Waspada Gangguan Tumbuh Kembang Anak: Bullying

gangguan tumbuh kembang anakSumber: Pexels

Setiap orang tua akan berusaha semaksimal mungkin agar proses tumbuh kembang buah hati mereka bisa berjalan dengan optimal. Namun, proses penting ini seringkali mendapatkan gangguan dari luar. Salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang patut diwaspadai adalah bullying.

Apa itu Bullying?

Beberapa ahli mengemukakan pengertian bullying. Bullying berasal dari kata bully, yang dalam bahasa Inggris berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah, menggertak, mengganggu (Echols dan Hassan, 1992:87). Menurut Bambang Sudibyo yang dikutip dalam Kompas (Senin, 01 Mei 2006) bullying bermakna penyiksaan atau pelecehan yang dilakukan tanpa motif tetapi dengan sengaja atau dilakukan berulang-ulang terhadap orang yang lebih lemah. Sarwono (Astuti, 2008) menyebutkan bahwa bullying adalah penekanan dari sekelompok orang yang lebih kuat, lebih senior, lebih besar, lebih banyak, terhadap seseorang atau beberapa orang yang lebih lemah, lebih junior, lebih kecil.

Bullying biasanya dipadankan dengan kata “perundungan” dalam Bahasa Indonesia yang berarti: mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan atau menyakiti orang lain secara fisik maupun emosional dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, dan fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong seseorang.

Jika Anda beranggapan bahwa persoalan bullying hanya dialami anak-anak usia sekolah menengah, siap-siaplah untuk terkejut. Tidak hanya remaja, permasalahan bullying kini bahkan telah dialami oleh anak-anak usia Taman Kanak-Kanak. Bahkan, menurut beberapa penelitian, kegiatan menyiksa lebih banyak ditemukan pada anak-anak usia 2 hingga 6 tahun dibandingkan dengan anak-anak remaja. Susan Swearer, Ph.D, salah satu penulis buku Bullying Prevention & Intervention memaparkan bahwa, “Anak-anak kecil meniru sikap-sikap agresif yang mereka lihat di televisi, video games atau dari saudara mereka yang lebih tua.”

Efek Bullying

Peliknya masalah perundungan seringkali disepelekan dengan banyaknya opini-opini keliru yang menyatakan bahwa:

  • Bullyinghanyalah bagian yang normal dari proses anak tumbuh dewasa
  • Bullyingbisa membantu anak-anak belajar menghadapi kerasnya ‘dunia nyata’
  • Bullyingbisa membantu anak-anak sensitif menjadi lebih tegar

Opini-opini tersebut berbahaya bagi proses tumbuh kembang anak serta keselamatan mereka. Hal itulah yang menyebabkan bullying bisa menjadi gangguan tumbuh kembang anak yang tidak ditangani secara serius. Padahal efek bullying mempunyai kekuatan untuk menghancurkan seseorang, mengingat efeknya seringkali berlanjut hingga usia dewasa, membuat banyak anak menjadi depresi atau menyakiti dirinya sendiri. Beberapa bahkan mencoba melakukan bunuh diri.

Bullying bisa memengaruhi siapa saja, entah itu korban, pelaku, maupun mereka yang menjadi saksi.

Efek bagi korban:

  • Depresi dan gangguan kecemasan, meningkatnya perasaan sedih dan kesepian, perubahan pola tidur dan pola makan, hilangnya minat pada kegiatan-kegiatan yang semula mereka nikmati;
  • Keluhan kesehatan;
  • Menurunnya prestasi akademik;
  • Memiliki self-esteemyang rendah;
  • Tidak mampu menjalin hubungan yang sehat dan bisa diandalkan bersama teman-teman ketika beranjak dewasa;
  • Menarik diri dari lingkungan, kesepian dan terisolasi;

Efek bagi pelaku:

  • Riskan terlibat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang ketika mereka beranjak dewasa;
  • Terlibat perkelahian, vandalisme, dan bermasalah di sekolah;
  • Terkena depresi atau gangguan kecemasan;
  • Terlibat kelakuan yang melanggar hukum;

Efek terhadap para saksi:

  • Merasa tidak berdaya;
  • Hidup dalam ketakutan dan rasa bersalah;

Selain itu, dampak negatif dari bullying juga menyentuh banyak sisi perkembangan anak, mulai dari perkembangan emosional dan skill sosial, perkembangan kognitif, perkembangan komunikasi, hingga perkembangan fisik anak. Bullying merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang sangat serius. Selalu waspada dan cek apakah anak Anda korban bullying, pelaku bullying atau menyaksikan tindakan-tindakan bullying di sekolah mereka. Langsung tangani jika si buah hati ternyata telah terpapar bullying.

Be the first to comment on "Waspada Gangguan Tumbuh Kembang Anak: Bullying"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*