Tips persiapan diri sebelum melakukan metode cara menyapih anak

Tips persiapan diri sebelum melakukan metode cara menyapih anakSource: Nakita.id

Kehadiran seorang anak memang menjadi pelengkap kebahagian dari sepasang suami istri. Bukan hanya sebagai simbol dari penerus keturunan, namun juga perwujudan dari buah cinta pasangan yang sudah menikah. Bayi yang lucu dan menggemaskan, akan semakin mempererat hubungan yang ada. Rasa cinta pun akan timbul lebih besar seiring dengan pemberian ASI untuk tumbuh kembang buah hati. Karena saat menyusui, ada ikatan kuat yang dirasakan antara Ibu dan anak. Namun, hubungan yang seperti ini suatu hari haruslah terhenti. Ada waktu seorang anak harus berhenti mendapatkan ASI, seiring dengan pertambahan usianya. Hal ini berat, namun menemukan cara menyapih anak yang tepat haruslah menjadi PR bagi Ibu agar semua ini bisa terlewati.

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, dimana kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh, mungkin bisa menjadi waktu yang tepat untuk menghentikan pemberian ASI pada anak. Dengan ikut menjalankan puasa, hal ini bisa menjadi metode dan cara menyapih anak secara perlahan namun juga efektif.

Pada saat ibu ikut menjalani puasa, produksi ASI akan berkurang secara perlahan-lahan dan lama-lama terhenti. Hal ini bisa membuat Ibu mengajarkan secara bertahap pada anak, bagaimana cara mendapatkan asupan dengan metode berbeda. Namun hal ini tentu saja tidak bisa ibu lakukan jika hanya berpuasa dalam jangka waktu satu atau dua hari saja. Produksi ASI akan berkurang atau terhenti jika puasa dilakukan secara terus menerus.

Namun, sebelum Ibu benar-benar ingin melakukan penyapihan pada anak, ada baiknya mempersiapkannya terlebih dahulu jauh-jauh hari. Hal ini dikarenakan, penyapihan itu memberikan dampak emosional baik bagi ibu maupun anak itu sendiri. Membulatkan tekad yang kuat sudah harus ibu tanamkan dalam diri, dan tentu saja ada komunikasi antara ibu dan anak tentang mengapa pemberhentian ASI harus dilakukan.

Hal lain yang perlu ibu perhatikan sebelum menghentikan penyapihan, antara lain:

Mengetahui waktu yang tepat

Setelah anak terlihat memiliki ketertarikan untuk minum melalui gelas ataupun cara lain untuk minum, serta menyukai makanan tertentu yang akan bisa membantunya untuk tetap kenyang, mungkin ini bisa menjadi waktu yang tepat. Karena jika anak meminta ASI pada saat lapar, bisa mengalihkannya ke hal ini. Selain itu, sebaiknya ajak suami untuk ikut berperan dalam melakukan penyapihan ini. Maka mengatur waktu yang tepat saat suami mempunyai waktu santai akan sangat membantu. Ayah akan dapat mengalihkan perhatian anak dengan banyak bersamanya dan mebuat buah hati lupa untuk meminta ASI.

Mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan saat menyapih

Banyak di kalangan masyarakat yang masih menggunakan cara lama untuk menyapih anak. Misalnya dengan memberikan obat luka pada payudara, kopi, balsem, ataupun hal lain yang tidak bisa dikonsumsi oleh anak. Ibu harus mengetahui bahwa hal ini tidak benar. Karena bisa saja anak berhenti menyusu karena trauma yang dapat mempengaruhi psikologis anak. Gunakan cara mulai menyapih anak yang benar.

Komunikasi yang baik

Mungkin menurut ibu, seorang anak yang masih kecil tidak akan mengerti walaupun dijelaskan tentang proses penyapihan. Namun perlahan-lahan ibu harus menanamkan pada dirinya bahwa cara ini harus dilakukan. Ibu juga bisa memberikan contoh secara langsung dengan membandingkan dengan anak sebayanya yang telah berhenti mendapatkan ASI. Namun Ibu tidak boleh memaksakan pengertian tersebut dan dilakukan secara terburu-buru, karena hal ini bisa tertolak dengan sendirinya oleh pemikiran anak.

Memberikan contoh

Sebelum waktu penyapihan dimulai, ada baiknya ibu mencontohkan secara langsung bagaimana seorang anak harus makan dan minum dengan benar saat dia merasa lapar. Duduk dan lakukanlah hal ini bersama. Karena mencotohkan lebih cepat diterima dan dimengerti oleh anak daripada hanya memberikan pengertian.

Mencatat kebiasaan anak

Mengetahui kapan waktu anak lapar dan akan meminta ASI sangat penting. Karena memberikan makan ataupun susu sebelum waktunya tiba, akan mengajarkan anak melupakan ASI secara perlahan.

Melakukan persiapan penyapihan terlebih dahulu akan sangat membantu anak saat cara menyapih anak dilaksanakan. Hal ini lebih aman, karena baik anak ataupun ibu sudah mempersiapkan diri sebelumnya. Semoga beberapa tips di atas dapat membantu Ibu yang sedang berusaha untuk menghentikan ASI pada anaknya. Dan berharap bulan Ramadhan ini adalah waktu yang tepat bagi keduanya.

Be the first to comment on "Tips persiapan diri sebelum melakukan metode cara menyapih anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*