Tips Menjaga Kualitas ASI Selama Puasa

Posisi menyusui yang benarSumber: BabyCenter

Ibadah puasa adalah wajib hukumannya begitu bulan Ramadhan tiba. Ibu menyusui pun bisa ikut selama tidak ada halangan. Selain posisi menyusui yang benar, bunda juga kudu jaga kualitas ASI di bulan puasa agar ASI lancar. Bagaimana menjaga kualitasnya? Ini kami jelaskan ya bunda.

Ibu menyusui memerlukan asupan kalori 700 lebih banyak dari wanita yang tidak sedang menyusui. Jadi total asupan kalori yang bunda musti konsumsi adalah 2200 – 2700 kkal. Bila dilihat dari jumlahnya, mungkin gampang dicapai kalau bunda makan makanan tinggai kalori seperti kue atau junk food. Tapi kualitas ASI pun terabaikan ditambah lagi bunda gampang lesu karena kebanyakan lemak jenuh dalam tubuh.

Nah, selama bulan ramadhan ini, bunda perlu menjaga asupan dengan benar. Makan berat boleh dua kali sehari namun cemilan sehat diperbanyak. Nah berikut ini adalah nutrisi yang kudu bunda konsumsi agar kebutuhan kalori bunda tercapai dan si kecil pun bisa tumbuh sehat sekalipun bunda melakukan ibadah puasa.

  1. Makan-makanan yang mengandung banyak serat

Siapa yang tidak tahu pentingnya serat? Serat yang banyak dikandung pada sayuran hijau sangat membantu saat bunda menjalankan ibadah puasa. Karena rasa kenyang akan terasa lebih lama . Selain mencegah konstipasi, sayuran juga kaya akan likopin, keroten, zat anti oksidan, vitamin A, zat besi dan masih banyak lagi yang dibutuhkan oleh ibu menyusui.

Makanan kaya serat yang bisa bunda konsumsi adalah: alpukat, apel, pir, pisang, brokoli, wortel, bayam, daun kale, kacang merah, almond, gandum dan beras merah.

  1. Konsumsi air yang cukup

Air sangat dibutuhkan agar serat yang dikonsumsi bisa bekerja dengan baik. Selain itu air juga penting untuk memproduksi ASI. Kekurangan air bisa menyebabkan dehidrasi dan bisa dirawat inap di rumah sakit. Hal ini beralasan karena tubuh manusia terdiri dari 80% air. Biar kandungan air cukup, bunda perlu minum air putih 2 liter sehari. Setelah itu bunda bisa tambahkan dengan jus buah-buahan dan susu.

Bunda perlu minum segelas susu setiap sahur dan berbuka agar ASI bunda tetap lancar. Minuman diuretik seperti teh dan kopi atau soda sebaiknya dikurangi karena bersifat diuretik dan mengandung gula yang kurang baik bagi tubuh. Jangan malas minum ya bunda.

  1. Makan 2 kali sehari

Bunda perlu makan dengan gizi seperti makan 3 kali sehari tapi dibagi dua kali. Pada saat sahur dan buka puasa. Setiap kali makan, bunda perlu memastikan 4 sehat 5 sempurna ada di pola makan bunda. Karbohidrat kompleks, protein hewani, protein nabati, sayur-sayuran dan buah perlu ada di piring bunda. Bagi bunda yang menyusui, perbanyak konsumsi protein hewani dan sayur-sayuran agar kenyang lebih lama. Bunda juga jangan makan makanan yang pedas dan asem plus terlalu berlemak agar pencernaan bunda tidak terganggu.

  1. Istirahat

Istirahat yang cukup bisa mengurangi rasa letih dan lesu pada bunda. Tak terkecuali bunda yang bekerja di luar rumah, lebih-lebih harus memperhatikan kesehatan tubuhnya. Pada saat istiraha, bunda bisa meluangkan waktu untuk tidur siang sekitar 30 – 60 menit atau bersantai dengan nongkrong di taman untuk menenagkan pikiran.

Penting sekali buat bunda untuk memiliki pikiran yang tenang dan tidak stress karena perasaan cemas akan menghambat hormon oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara sehingga produksi ASI tampak berkurang.

  1. Selalu memerah ASI

Salah satu faktor yang memperlancar produksi ASI adalah selalu memerah ASI ketika penuh. Selain mencegah payudara bunda untuk bengkak, si kecil juga akan selalu memiliki ASI yang cukup. Jangan lupa untuk melakukan posisi menyusui yang tepat dengan menaruh bantal di belakang punggung saat duduk agar bunda bisa dengan nyaman menyusui.

Nah, bunda sudah tahu kan tips menghasil ASI yang berkualitas? Yuk dipraktekkan ya beserta posisi menyusui yang benar. Banyak kok bantal menyusui dijual di pasaran. Selamat berpuasa dan menyusui bunda!

Be the first to comment on "Tips Menjaga Kualitas ASI Selama Puasa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*