Tips Memberikan Teguran Pada Si Anak Tidak Sopan Saat Silahturahmi

Ada istilah “soft love dan tough love” dalam pola asuh anak yang baik. Pada saat soft love, kita memberikan pujian ke si kecil, memandikan, merawat ketika sakit dan lain-lain. Tough love sendiri adalah sebuah tindakan dari orang tua yang lebih bersifat teguran dan mendisiplinkan si kecil. Dua-duanya sama-sama penting. Bunda tidak bisa hanya memilih soft love karena akan membuat si kecil tidak disiplin dan tubuh menjadi anak yang egois. Kurangnya soft love juga membuat si kecil jadi anak yang keras dan kurang empati. Jadi bagaimana memberikan teguran pada si anak? Yuk simak di sini.

Anak-anak tidak terlahir langsung berperilaku baik. Sikap-sikap seperti sopan santun, berbagi, mengucapkan kata maaf dan sebagainya adalah sikap yang perlu diajarkan orang tua sejak dini. Apalagi di bulan Lebaran, bunda akan mengajak si kecil untuk memohon maaf lahir dan batin. Tugas bunda adalah mendidik dan memberikan pemahaman sikap-sikap yang baik dan buruk dengan lembut dan jelas. Namun apakah anak langsung mengerti? Tidak. Kadang butuh waktu bertahun-tahun agar si kecil memahaminya. Sebelum dia bisa mengerti, bunda perlu menghindari sikap memarahi si kecil dengan nada tinggi.

Efek buruk dari nada tinggi bisa mengakibatkan efek yang tidak disukai bunda. Efek jangka pendek dan jangka panjang, bunda bisa melihat karakter seperti ini:

  1. Anak lebih sering teriak untuk mendapatkan keinginannya
  2. Ketika bunda berteriak, si kecil pun melawan dengan teriak serta tidak mau bersikap sopan pada bunda
  3. Hubungan bunda dan si kecil tidak sehat karena kurangnya komunikasi yang baik
  4. Mereka menarik diri dari bunda dan lebih ingin bergaul dengan orang-orang yang mereka nyaman sekalipun membawa pengaruh buruk
  5. Anak menjadi tidak percaya diri apalagi kalau bunda sering menergurnya di depan umum
  6. Anak menjadi keras dan sulit menerima masukan terutama dari pihak otoritas seperti orang tua, guru dan lain-lain.

Tentu dampak di atas tidak ingin bunda lihat di anak bunda. Jadi bagaimana menyampaikan teguran dengan baik?

  1. Bunda perlu menciptakan suasana rumah yang penuh penerimaan. Ketika si kecil melakukan hal yang benar, bunda memberikan pujian dan bila tegur bila melakukan kesalahan. Jangan seperti pola asuh zaman kuno yang selalu menekankan betapa salahnya tindakan si kecil.
  2. Ajaklah si kecil berdialog kenapa dia melakukan apa yang dia lakukan. Mendengarkan adalah kesempatan bunda untuk mengenal hati anak bunda.
  3. Bunda perlu menjaga emosi bunda dengan baik sangat menegur. Emosi yang tidak stabil akan membuat bunda berteriak dengan nada tinggi bahkan main tangan. Teguran selalu diberikan dengan lembut namun tegas.
  4. Ketika menegur, bunda perlu memposisikan mata bunda setara dengan mata si kecil. Tataplah dengan perasaan sayang. Karena si kecil perlu tahu rasa sayang bunda tidaklah hilang sekalipun dia telah melakukan kesalahan
  5. Tegurlah si kecil ketika sedang berdua dan jangan di depan umum karena akan membuat si kecil jadi pemalu dan sulit bersosialisasi ke depannya.
  6. Memberikan konsekuensi untuk tindakan yang dilakukan. Misalkan ketika si kecil tidak meminta maaf ketika melakukan kesalahan, bunda bisa meminta melakukan hal yang tidak dia sukai tapi bersifat positif. Contoh: duduk di kursi “hukuman” selama beberapa waktu, tidak boleh keluar rumah dan sebagainya.
  7. Menggunakan rotan bukan untuk memukul tetapi memberikan peringatan. Biar si kecil belajar, tangan bunda bukan digunakan untuk menghajar tetapi sayang.
  8. Bila bunda sudah kelewat batas, bunda perlu menyampaikan maaf kepada si kecil. Biarlah anak menyadari kalau setiap orang bisa berbuat salah. Ketika bunda mengakui kesalahan bunda, si kecil juga nantinya mudah mengakui kesalahan.

Semoga tough love atau teguran bunda dalam pola asuh anak yang baik semakin bagus setiap harinya. Semoga di bulan Ramadhan ini, bunda semakin bijak dalam mendidik anak.

 

Be the first to comment on "Tips Memberikan Teguran Pada Si Anak Tidak Sopan Saat Silahturahmi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*