Tahap Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan

Tahap Pertumbuhan Bayi

Setiap bulan, bayi tentunya akan mengalami perkembangan-perkembangan pada dirinya. Perkembangan tahap pertama yang dapat dilihat secara signifikan adalah perkembangan yang terjadi pada bayi usia 3 bulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beberapa ahli, perkembangan bayi pada usia 3 bulan ini terbagi menjadi 4 minggu dalam kalender perkembangan bayi.

Perkembangan bayi usia 3 bulan, minggu ke-1

Berdasarkan kalender perkembangan bayi, pada minggu pertama di bulan ke-3 ini bayi akan terdeteksi perkembangannya dalam mengenai orang tua dan juga perkembangan bahasa awal.

Sejak bayi lahir memang bayi sudah dapat mengenali orang tua terutama Ibunya. Namun pada masa ini bayi akan benar-benar memahami Ibunya. Bayi secara alami mempelajari hal ini ketika Ibu melakukan kontak mata dengan bayi. Tidak hanya melalui kontak mata saja, namun bayi juga dapat memahami orang tuanya dengan bau khas mereka.

Selain mulai mengenai orang tuanya, bayi juga dapat mengalami perkembangan bahasa awal dengan beberapa kondisi. Kondisi yang pertama adalah adanya interaksi yang sifatnya kontinyu atau terus-menerus dari orang tua dengan menggunakan oral atau mulut sebagai medianya. Tidak hanya mengajak bayi untuk berbicara, namun juga memaparkan dongeng-dongeng kepada bayi atau menceritakan bagaimana Ibu menjalani hari-harinya. Tujuannya adalah untuk merangsang otak bayi agar terbiasa dengan bahasa-bahasa yang digunakan oleh orang tuanya. Kelak, bayi akan mulai mengalami perkembangan bahasa awal dengan bentuk respon ekspresi atau mimik wajah.

Perkembangan bayi usia 3 bulan, minggu ke-2

Kalender perkembangan bayi pada usia 3 bulan minggu ke-2 ini menunjukkan adanya perkembangan motorik dan psikologis.

Secara motorik, bayi mulai dapat meraih dan menggenggam benda-benda di sekitarnya yang menarik perhatian. Ibu bisa memberikan mainan yang bersifat aman dan dikhususkan untuk melatih otot bayi dalam menggenggam. Tidak perlu dipaksakan ya, Bu. Perlahan-lahan otot bayi yang mulanya tidak bisa menggenggam dapat menjadi kuat dengan sendirinya. Ini akan terjadi secara alamiah sehingga Ibu tidak perlu khawatir hingga harus memaksakan bayi untuk belajar menggenggam.

Selain perkembangan pada otot tangan, otot kaki juga mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan kekuatan tendangan bayi yang bertambah akibat fleksibilitas panggul dan lutut. Untuk membantu bayi dalam perkembangan otot kakinya, Ibu dapat melakukan latihan-latihan ringan yang berhubungan dengan otot kaki, ya. Misalnya dengan menekan kaki bayi bersamaan kiri dan kanan ke bawah ketika memerhatikan tendangan bayi mulai mengarah ke bawah.

Secara psikologis, ikatan batin bayi dengan Ibu akan semakin kuat. Ikatan batin ini dapat dibangun dengan melalui sentuhan yang kemudian akan berkaitan dengan sensor kulit dalam mengenali jenis emosi. Sentuhan-sentuhan seperti memijat tubuh bayi, pemijatan pada tangan, kaki, atau punggung dengan menggunakan minyak pijat. Selain itu, sejak pada tahap ini bayi perlahan dapat memberikan respon yang jelas mengenai emosi yang dirasakannya. Sebagai respon atas sentuhan—apabila sentuhan tersebut dirasa tidak nyaman oleh si bayi—maka ia dapat menolak dengan menangis atau menunjukkan ekspresi yang tidak menyenangkan.

Perkembangan bayi usia 3 bulan, minggu ke-3

Selanjutnya adalah kalender perkembangan bayi pada minggu ke tiga di bulan ke-3. Disinilah beberapa kebiasaan muncul, antara lain : pola tidur bayi lebih teratur, mau mengenali orang lain dan kebiasaan untuk terus-menerus menggenggam bahkan membawa benda yang disukainya.

Pada minggu ini, pola tidur bayi sudah mulai teratur dan inilah yang menyebabkan Ibu mulai sedikit tenang. Bayi normal akan tidur dengan tenang di malam hari lebih dari 6 jam bahkan di siang hari mereka juga akan terbiasa untuk tidur. Namun perlu diperhatikan, pola tidur bayi ini tidak terlepas dari bagaimana Ibu membentuk pola tidur bayi. Tidak semua dapat berjalan sebagaimana seharusnya dan untuk itulah Ibu perlu mengatur pola tidur bayi agar si bayi memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus berkembang.

Tidak hanya soal pola tidur, namun bayi juga akan mulai memahami persoalan sosial dalam hal belajar berinteraksi dengan lingkungannya. Bayi akan mulai mengamati lingkungannya baik-baik dan merekamnya di dalam otak. Bayi juga sudah mampu berinteraksi dengan ekspresi wajah seperti tersenyum atau tertawa ketika melihat sesuatu yang menurut otaknya lucu. Pada masa ini, manfaatkan peluang untuk membawa bayi ke hadapan orang-orang agar dia terbiasa mengenali orang banyak dan memperkaya dirinya sendiri kelak dalam interaksi sosial.

Poin terakhir adalah kebiasaan untuk mengenggam dan membawa barang-barang yang disukai. Sebagaimana bayi telah belajar untuk menggenggam sesuatu sejak minggu pertama bulan ke-3, maka di minggu ke-3 ini otot tangan bayi dapat dikatakan sudah cukup terlatih sehingga mampu mengangkat barang-barang yang dipegangnya.

Tidak hanya itu saja, bayi secara alamiah akan mulai mengganti-ganti penggunaan tangannya. Baik kiri-kanan atau kanan-kiri. Akan tetapi perlu diingat, pada tahap tersebut tidak perlu mengajarkan bayi dengan susah payah mengenai perbedaan kiri atau kanan karena yang menjadi titik penting pada fase ini adalah bagaimana otot tangan bayi bergantian untuk melaksanakan fungsinya.

Perkembangan bayi usia 3 bulan, minggu ke-4

Sebagai tahap perkembangan terakhir pada kalender perkembangan bayi usia 3 bulan, hal-hal yang dapat Ibu jumpai pada fase ini adalah kemampuan bayi dalam menggerakkan anggota tubuhnya yang lain dan kembali soal interaksi sosialnya.

Anggota-anggota tubuh bayi yang lain akan turut aktif pada minggu terakhir di bulan ke-3 ini. Misalnya, bayi akan dapat mengangkat kepala dan pundaknya dengan bantuan lengan sebagai penopang beban tubuh. Bahkan tidak hanya sampai disitu, bayi juga dapat mampu melakukan roll atau berputar dengan menggulung dari belakang ke depan. Sebagai rangsangan untuk bayi, Ibu dapat memberikan mainan yang mulanya diletakkan di depan bayi lalu kemudian secara perlahan mengangkat mainan tersebut ke atas sampai bayi dapat meraihnya.

Selaras dengan perkembangan sebelumnya, ketika bayi sudah mampu untuk berinteraksi dengan lingkup sosial disinilah secara tidak langsung bayi akan menjadi lebih selektif. Bayi akan mengenali fisik, aroma atau bahkan suara dari orang yang menurutnya dekat atau akrab. Misalnya anggota keluarga. Namun di sisi lain, ketika orang yang ditemuinya semakin banyak dan asing baginya, maka ia memutuskan untuk tidak menunjukkan ekpresi apapun dan bahkan memutuskan untuk tidak melakukan interaksi sosial dengan orang-orang tersebut.

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pada usia 3 bulan bayi sudah mulai mengalami perkembangan signifikan yang dapat terdeteksi dengan melihat dari luar tanpa perlu pengamatan Ibu yang mendalam. Untuk itulah, sekiranya Ibu terus mendukung perkembangan bayinya dengan menyediakan alat-alat bantu atau dengan menyemangati bayi saat bermain.

Be the first to comment on "Tahap Perkembangan Bayi Pada Usia 3 Bulan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*