Perlukah Libatkan Suami Dalam Kelahiran Si Kecil Ke Dunia?

libatkan suami dalam kelahiranSource: Liputan6.net

Meskipun sulit untuk melihat orang yang dicintai menderita rasa sakit, namun kebanyakan calon ayah ingin terlibat dalam kelahiran bayi mereka. Alasan mereka untuk turut terlibat dalam kelahiran buah hati terutama karena momen yang paling membahagiakan. Momen tersebut akan terasa jika mereka ikut terlibat dalam membantu istrinya ketika melahirkan.

Dahulu banyak praktek kesehatan yang tidak memperbolehkan keterlibatan suami dalam kelahiran. Mereka dilarang karena dikhawatirkan akan menganggu jalannya proses kelahiran, dalam banyak kasus banyak suami yang pingsan saat menemani istrinya melahirkan atau didera panik yang berlebihan. Namun beberapa dekade ini, suami mulai dilibatkan dalam proses kelahiran.

Sebenarnya keterlibatan suami tidaklah hanya saat proses kelahiran semata, tapi juga dalam proses kehamilan. Dengan keterlibatan sejak dalam masa kehamilan, seorang suami dapat memahami proses kelahiran bayi kelak dan menyiapkannya menjadi ayah.

Keterlibatan suami dalam kelahiran tidak hanya sekedar hadir, bukan juga hanya untuk menyaksikan tapi juga turut berbagi pengalaman dan mambantu sebisa mungkin dalam proses kelahiran, terutama dalam memberikan semangat. Dengan keterlibatan suami dalam kelahiran, maka hubungan ibu, ayah, dan bayi akan terjalin semakin erat. Selain memberi semangat kepada istrinya, menemani istri selama proses persalinan secara tidak langsung juga mengajarkan suami untuk bisa lebih menghargai pasangannya.

Jadi jangan ragu untuk melibatkan suami dalam kelahiran. Agar suami Anda tidak bingung, alangkah baiknya ajak suami Anda saat periksa ke bidan atau dokter. Dengan demikian saat persalinan suami lebih siap dan sabar mendampingi.

Berikut ini berbagai keuntungan yang akan anda dapatkan saat melibatkan suami dalam kelahiran menutur bidan.com:

  1. Ikut bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan mental istri dalam menghadapi persalinan.
  2. Walau kehadirannya hanya sebatas menemani, memegang tangan istri, mencium dan membisikkan kata-kata yang menghibur. Suami juga dapat memberikan kata-kata penyemangat yang dapat memberi kekuatan ketika isteri merasa lelah dan tidak bertenaga
  3. Dengan lap basah suami dapat mengusap wajah atau mengusapkan es ke bibir isteri untuk dihisap saat haus, serta menyingkirkan helai-helai rambut di wajah disela-sela kontraksi. Suami juga dapat mengamati bila Anda tampak tegang dan membantu rileks kembali sambil memijat dan memberikan dorongan kekuatan mental yang ekstra bagi istri.
  4. Suami dapat memijat lembut punggung isteri untuk mengurangi rasa nyeri, karena hanya dengan pelukan atau usapan pada punggung berarti bahwa suami selalu ada di samping isterinya. Suami juga dapat membantu membetulkan posisi isterinya saat kehabisan energy atau membetulkan letak bantal agar lebih nyaman.
  5. Kehadiran suami, bisa membantu untuk melakukan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian isteri selama proses kelahiran sambil ikut membantu mengukur waktu kontraksi.
  6. Menjadi titik fokus dan membantu pernapasan saat kontraksi.
  7. Demikian pula bila isteri melahirkan dengan operasi caesar, kehadiran suami dapat mewakili isteri untuk menyambut kahadiran bayi dan mengasuhnya selama beberapa menit setelah kelahirannya. Dengan kerja sama semacam ini, Anda tak perlu merasa kecewa tidak melakukan persalinan alami.
  8. Keterlibatan suami dalam kelahiran juga dapat membagi kemenangan dan kegembiraan menyambut kelahiran bayi. Anda dan pasangan dapat saling berbagi pengalaman yang paling menegangkan dan menakjubkan yang pernah Anda alami bersama, serta mampu memperkuat ikatan kasih antara Anda berdua dan bayi Anda.

Kehadiran suami sangatlah penting saat persalinan, tapi segala sesuatunya tergantung pada tempramen dan kemampuan pasangan untuk mengatasi stresnya. Jika sang suami dapat membuat persalinan istri dan membuatnya lebih tenang, taka da salahnya untuk memperbolehkan suami masuk ke ruang bersalin. Namun jika sebaliknya, maka lebih baik suami menunggu di luar ruang persalinan dan menyerahkan segalanya pada Tuhan dan petugas medis. Karena memang tidak mudah untuk melihat orang yang melahirkan, terlebih melihat rasa sakit yang harus ditanggung oleh pasangan.

Be the first to comment on "Perlukah Libatkan Suami Dalam Kelahiran Si Kecil Ke Dunia?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*