Optimalkan Perkembangan Otak Anak 1 Tahun Untuk Belajar Bahasa

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Tidak masalah jika ibu mulai melakukan tips untuk perkembangan otak anak. Hanya saja, harus ada batasannya. Apa itu? Batasannya tergantung pada usia sang buah hati. Anda harus tahu kira-kira apa yang bisa dilakukan anak pada usia tertentu.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak memperdulikan hal tersebut. Mereka asal gebug saja. Artinya, mereka tidak peduli berapa usia sang anak, termasuk pada usia dini seperti perkembangan anak 1 tahun. Mereka hanya ingin melihat anaknya lebih cerdas dari anak tetangga atau anak teman. Mereka membelikan berbagai mainan edukatif. Bahkan, tidak jarang yang masih balita sudah dimasukkan ke sekolah. Dan lebih perah lagi banyak orang tua yang berekspektasi terlalu tinggi seperti anak harus bisa membaca dan menulis ketika masih di TK atau Taman Kanan-Kanak.

Hal tersebutlah yang ternyata membuat perkembangan otak balita tidak maksimal. Jadi, jika selama ini ibu memforsir anak untuk belajar dan terus belajar, sebaiknya hentikan. Ibu tidak harus melakukan seperti itu dan bahkan tidak boleh melakukannya lagi jika ibu ingin melihat anak tumbuh pintar.

Kata kuncinya hanya saja. Ajarkanlah sesuatu hal sesuai dengan usianya. Ini yang harus semua orang tua ketahui.

Kemampuan Balita 1 Tahun

Pertanyaannya sama. Apa sih yang seharusnya bisa dilakukan oleh balita usia 1 tahun? Secara umum, balita usia 1 tahun itu mulai belajar berjalan dan juga berbicara. Dari dua skill ini, sepertinya kemampuan berbicara yang perlu lebih diperhatikan. Untuk kemampuan berjalan, biasanya balita memiliki keinginan tersendiri untuk bisa berjalan karena sering melihat orang dewasa berjalan. Sementara itu, kemampuan berbicara membutuhkan bantuan dari orang tua.

Kemampuan berbicara ini juga terkait dengan kecerdasan otak anak lho. Tidak mungkin sang buah hati bisa bicara jika ia tidak memiliki kemampuan untuk mengingat kosakata. Ini yang kemudian disebut dengan kecerdasan kognitif, yaitu kecerdasan menghafal. Tapi, ingat ya bu ini bukan satu-satunya faktor penentu anak cepat bicara lho. Ada faktor lain yang juga berpengaruh seperti kemampuan motorik untuk menggerakkan bibir untuk mengeluarkan suara, kondisi pita suara, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan kemampuan kognitif? Setidaknya dua hal berikut ini yang bisa ibu lakukan.

  1. Berikan Makanan Yang Bernutrisi untuk otak sejak bayi

Tentu tidak semua nutrisi untuk dibutuhkan oleh otak untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya. Lalu, apa saja nutrisi yang diperlukan? Pasti sudah tahu pentingnya omega 3. Ibu tahu mungkin karena banyak sekali iklan susu balita yang menjelaskan kandungan yang satu ini untuk mencerdaskan otak anak.

Tapi, tidak hanya omega 3 saja yang mempengaruhi kecerdasan otak. Menurut dr. Saptawati Bardosono MSc, ternyata karbohidrat juga ikut berperan. Aneh? Ibu mungkin merasa aneh karena selama ini ibu tahu karbo itu untuk energi saja, sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkembangan otak anak.

Apalagi nutrisi yang dibutuhkan? Zinc, zat besi, dan vitamin B juga penting. Jadi, semua kandungan itu harus didapatkan oleh balita 1 tahun jika ingin kemampuan komunikasinya semakin bagus.

  1. Sering Latihan

Tentu bukan berarti ibu harus melatih bahasa kepada sang buah hati layaknya seorang guru yang mengajari muridnya. Tidak seperti itu. Ibu hanya perlu sesering mungkin mengajak anak berbicara sekalipun anak tidak bisa merespon. Ini menjadi sangat penting karena pada awalnya anak itu hanya mendengar saja sebelum akhirnya bisa berbicara. Menurut ahli bahasa, kemampuan bicara anak akan cepat berkembang jika ia sering mendengar. Kenapa? Karena saat proses mendengarkan, anak merekam baru kemudian mencoba untuk mengucapkan seperti orang dewasa katakan.

Maka dari itu, ibu harus cerewet. Ajak bicara terus. Sesekali ibu bisa ajak ia bernyanyi. Putarkan lagu ketika anak tidak sedang tidur. Ini akan membantu anak untuk menangkap berbagai kosakata sehingga ia lebih mudah untuk mencoba mengucapkan kosakata tersebut.

Sekarang ibu tahu kan apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan perkembangan otak balita 1 tahun? Fokus untuk membantu kemampuan bahasanya saja. Itu sudah lebih dari cukup karena usianya baru 1 tahun.

Balita Belum Bisa Bicara Bukan Sepenuhnya Kesalahan Orang Tua

Orang tua sering kali menjadi sasaran ketika ada masalah dengan tumbuh kembang balita. Banyak orang men judge sang ibu tidak memberi perhatian kepada anak. Semudah itukah membuat sebuah kesimpulan?

Harus dipahami banyak sekali faktor yang menyebabkan anak mengalami keterambatan bicara. Bisa saja faktor fisik. Ada masalah dengan organ tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan suara. Ini berkaitan dengan struktur mulut, tenggorokan, pita suara, dan lain sebagainya. Dan kesimpulan yang tergesa-gesa di mana orang tua langsung disalahkan menunjukkan bahwa mereka tidak memperhatikan faktor lain tersebut.

Meskipun demikian, memang tidak bisa dipungkiri banyak kasus tumbuh kembang balita yang terlambat disebabkan acuhnya orang tua. Mereka terlalu sibuk dengan urusan lain sehingga merasa tidak memiliki waktu untuk mengurus serta memberikan perhatian kepada sang buah hati. Dan ini tidak hanya terkait dengan perkembangan bahasa anak tapi juga perkembangan yang lainnya. Bahkan, kelemahan anak dalam bersosialisasi dengan orang lain sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Semakin sering orang tua mengajak bersosialisasi, maka semakin mudah bagi sang buah hati untuk berteman dengan orang lain. Dan tidak mungkin hal tersebut terjadi jika orang tua tidak memberikan perhatian dan waktu luang untuk bersama anak.

Sampai di sini, rasasanya semakin banyak saja tugas ibu, bukan? Yang pasti, lakukan hal yang tepat untuk meningkatkan perkembangan otak anak. Jangan forsir.

Be the first to comment on "Optimalkan Perkembangan Otak Anak 1 Tahun Untuk Belajar Bahasa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*