Memijat Bayi Agar Si Kecil Merasakan Rileksasi

Tips Memijat Bayi

Mungkin kita mengenal pijat hanya untuk orang dewasa, padahal di sisi lain terdapat pijat bayi yang sangat bermanfaat untuk bayi. Memang seringkali kita jumpai saat ini salon-salon spa dan pijat bayi yang telah melibatkan berbagai cara agar bayi rileks dan tenang. Namun, akan lebih menyenangkan tentunya bila Ibu melakukan pemijatan sendiri di rumah. Dengan memerhatikan mengikuti tips memijat bayi, maka pijatan Ibu juga menjadi sarana rileksasi bagi bayi.

  1. Lakukan Pijatan dengan Lembut di bagian wajah, badan, kaki, tangan dan punggung. Bila bayi yang dipijat adalah bayi yang baru lahir, pemijatan dapat dilakukan di area tangan, kaki, bahu dan punggung.
  2. Pemijatan bayi sebaiknya dilakukan dalam durasi 15-20 menit. Tidak perlu terlalu lama, namun cukup untuk menghilangkan beban bayi dan membuatnya rileks.
  3. Hindari pemijatan yang kurang rutin namun memakan waktu lama. Hal ini  berpengaruh pada sensor penerimaan bayi dan menyebabkan pijatan-pijatan sebelumnya menjadi kurang efektif. Cara terbaik untuk melakukan pijatan pada bayi adalah dengan intensitas rutin walaupun waktu atau durasinya singkat.
  4. Usap dengan lembut. Pemijatan yang dilakukan pada bayi tidak sekeras pemijatan pada orang dewasa. Gerakan mengusap atau menyentuh menjadi kunci utama dalam pemijatan bayi. Jangan lupa gunakan minyak/baby oil untuk melicinkan kulit dan melembapkannya.

Setelah memahami tips memijat bayi, lantas apa yang perlu diketahui selanjutnya? Selanjutnya yang perlu diketahui dan disadari adalah pentingnya memijat bayi. Sebagaimana orang dewasa, bayi yang aktif bergerak walaupun hanya gerakan-gerakan ringan, dapat mengalami keseleo. Inilah yang terkadang menyebabkan bayi menjadi rewel dan susah menyusu. Untuk itulah, pemijatan bayi menjadi sangat penting. Beberapa hal inilah yang membuktikan bahwa dengan melalui pijatan, bayi memeroleh banyak manfaat.

  1. Memperlancar pencernaan bayi. Hal ini adalah fakta. Pencernaan bayi akan menjadi lebih baik sehingga tidak menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Tidak sampai disitu saja, dengan pencernaan yang baik maka bayi dapat menyusu Ibunya lebih banyak dan tentunya ia akan memeroleh lebih banyak asupan lagi untuk tumbuh kembangnya.
  2. Bayi yang secara berkala atau rutin dipijat, tidak mudah rewel atau gelisah. Biasanya, bayi akan sering menangis dan Ibu akan menduga bahwa tangisan itu karena bayinya lapar. Namun, hal itu tidaklah benar. Bisa jadi bayi merasakan sesuatu yang tidak nyaman dengan tubuhnya (keseleo dan sebagainya) sehingga ia menjadi rewel. Namun dengan melalui pijatan, bayi akan lebih tenang.
  3. Membuat tidur bayi lebih berkualitas. Jangan lupa dengan pola tidur bayi. Pola tidur ini apabila diiringi dengan kondisi tubuh yang rileks dan pikiran yang tenang akan menghasilkan tidur bayi yang berkualitas. Bayi tidak mudah terbangun dan menjadi lebih nyenyak saat tidur.
  4. Membangun ikatan dengan orang tua. Orang tua bayi (baik ayah maupun Ibu) yang sering melakukan komunikasi melalui sentuhan tentu akan membangun ikatan batin dengan anaknya. Maka disinilah, pijatan juga bermanfaat untuk membangun emosi bayi agar mampu mengenali dan memahami orang tuanya.

Tentunya masih banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan pemijatan kepada bayi. Yang jelas, pijatan bayi ini akan menjadi efektif apabila dilakukan secara rutin. Tidak perlu dalam waktu berjam-jam, cukup lima belas menit dan bayi akan mendapatkan manfaatnya. Tentunya selain menjaga kesehatan tubuh, pijatan juga dapat bermanfaat sebagai media komunikasi bayi yang masih tidak dapat mengungkapkan kata-kata melalui suara. Bagaimana? Ibu tertarik untuk mencobanya?

Be the first to comment on "Memijat Bayi Agar Si Kecil Merasakan Rileksasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*