Kemampuan Bersosialisasi Anak Usia 3 Tahun

tumbuh kembang anak usia 3 tahunSumber: Scholastic

Pada fase tumbuh kembang anak usia 3 tahun, mereka sudah mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungan, orang di sekitar dan juga anak sebayanya. Dia juga mengerti akan arti seorang teman. Walaupun begitu, anak masih memproses tentang segala norma dan aturan tidak tertulis ketika berhubungan dengan orang lain. Anak pun akan mempelajari cara beradaptasi dan menyesuaikan diri.

Saat usia 3 tahun tumbuh kembangnya ini, kecerdasan anak untuk menyerap segala hal sedang terbuka. Dari usia ini juga pembentukan kecerdasan dan psikologis anak mulai terjadi. Segala bentuk kepekaan, rangsangan, interaksi dan pengalaman akan terekam dalam memorinya, membentuk bagaimana individunya nanti berkembang hingga dia dewasa. Periode yang biasa disebut sebagai periode golden age.

Apa saja yang terjadi pada perkembangan sosialisasi anak dalam tumbuh kembang 3 tahun?

Pada tumbuh kembang anak usia 3 tahun. Ibu jangan terkejut ketika dia menunjukan empati ketika Ibu sedang sakit. Bahkan ketika Ibu memijat kepala merasakan rasa pening, dia bisa saja mengambil alih untuk memberikan pijatan kepada Ibu. Pada saat Ibu bersedih karena suatu hal, dia pun bisa duduk di dekat Ibu dengan wajah sendu, ikut merasakan perasaan yang sedang Ibu alami. Perhatiannya terhadap orang di sekitarnya sudah semakin meningkat.

Pada usia ini juga, anak dalam masa tumbuh kembang 3 tahun sudah dapat Ibu tinggal dengan saudara ataupun dititipkan  dalam jangka waktu tertentu. Anak sudah mampu untuk berpisah dari orang tua untuk keperluan yang mengharuskan Ibu atau Ayah mengerjakan sesuatu di luar rumah.

Di usia anak 3 tahun, anak juga lebih mandiri. Sudah bisa untuk memakai bajunya sendiri. Memakai sepatu tanpa tertukar kanan dan kiri. Hanya saja dia masih belum mengerti jika harus menggunakan tali yang menggunakan tali dan mengikatnya sendiri.

Kemandiriannya juga semakin meningkat ketika saat makan tiba. Dia akan lebih sering menolak untuk disuapi atau diberi makan oleh Ibu. Dia akan memilih untuk menyuap makanannya sendiri. Dia pun sudah mampu untuk memilih makanan dan lauk sesuai dengan yang diinginkannya. Menyiapkan makanan yang sederhana pun sudah sanggup dia lakukan, seperti mengambil nasi sendiri ataupun menumpahkan sereal ke dalam mangkuknya.

Anak usia 3 tahun dalam perkembangan dan pertumbuhannya, juga tergerak untuk membantu segala aktivitas Ibu. Tidak apa-apa untuk mengajaknya membersihkan ranjang ketika bangun tidur. Dia pun juga akan dengan senang hati untuk menemani Ibu mengatur meja pada saat ingin mempersiapkan makanan.

Jangan membuat anak takut! Usia 3 tahun dia sudah mengenal apa itu rasa takut akan sesuatu. Namun jangan membuat ketakutannya ini sebagai ancaman agar dia mau diperintah sesuatu atau agar dia menuruti kemauan Ibu dan Ayah. Rasa ketakutan yang dia rasakan, jika tidak disikapi dengan bijak dan malah dijadikan alat bagi anak agar patuh, bisa saja membuat ketakutan itu bertahan hingga dewasa. Ibu atau Ayah tidak akan tahu, selama perkembangannya apakah mentalnya mampu untuk mengolah ketakutan itu atau malah semakin memperburuk kondisi psikisnya.

Mengawal perkembangan dan pertumbuhan anak usia 3 tahun yang begitu gemar untuk berceloteh riang, akan membantu Ibu untuk memperlacar komunikasinya dan juga mengajarkan tentang keterbukaan. Ajak dia menceritakan kegiatannya dan minta dia untuk mengeluarkan pendapat akan suatu hal. Hal ini akan menumbuhkan keberanian, kemandirian dan juga kelancarannya dalam mengungkapkan apa yang dia rasakan.

Memantau tumbuh kembang anak usia 3 tahun sangat perlu bagi Ibu dan Ayah agar dapat memastikannya semuanya berjalan dengan optimal. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan nutrisi dengan gizi yang seimbang untuk menunjang pertumbuhannya menjadi kuat.

Be the first to comment on "Kemampuan Bersosialisasi Anak Usia 3 Tahun"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*