Kapan ASI Perah Kadaluarsa?

Cara menyimpan asiSource: parenting.com

Memerah ASI menjadi salah satu solusi efektif yang seringkali diaplikasikan oleh ibu bekerja atau ibu yang memiliki ASI berlimpah dan kemudian menyimpannya agar terus dapat memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Bagi yang memiliki ASI berlimpah, menyimpan ASI dapat menjadi cadangan terutama di saat darurat. Terutama bagi ibu yang sibuk bekerja, menyimpan ASI sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ASI si Kecil. Ibu biasanya memerah pada pagi atau malam sebelumnya sebagai persediaan ASI untuk si Kecil selama sehari penuh. Lalu, berapa lama ASI bertahan setelah diperah? Hal ini dipengaruhi oleh bagaimana cara menyimpan ASI perah. Jangan sampai ASI yang disiapkan tidak memiliki kualitas yang cukup baik ya, Bu.

Sebenarnya, kecil kemungkinan ASI menjadi basi atau kualitasnya menurun. ASI mengandung antibiotik yang dapat membunuh bakteri dan virus. Walaupun begitu, ASI perah harus disimpan dengan baik agar bisa diberikan kepada bayi, ketika ibu sedang bekerja. Suhu dingin seperti di dalam kulkas atau freezer merupakan salah satu media penyimpanan yang paling baik dan praktis. Namun, untuk menghindari perubahan suhu secara mendadak, sebelum dimasukkan ke freezer, letakkan ASI perah di kulkas bagian bawah terlebih dahulu. Setelah sekitar 2 jam, barulah pindahkan ASI perah ke freezer.

Berdasarkan sejumlah kasus yang ditemui Asosiasi Ibu Menyusui Indonesi (AIMI), memang tak semua ibu pekerja yang menyusui, memiliki kulkas di tempat tinggal atau tempat kerja mereka sehingga bingung untuk menyimpan ASI perahnya. Hal ini sering ditemui pada ibu menyusui yang bekerja di pabrik dan tinggal di rumah kos.

Meski demikian, tak perlu khawatir karena banyak cara menyimpan ASI perah selain di dalam kulkas. Penyimpanan kulkas atau tanpa lemari pendingin bisa diganti dengan styrofoam berbentuk kotak, kotak pendingin atau coolbox, dan termos.

Berikut adalah daya tahan ASI perah sesuai kondisi lingkungannya.

  1. ASI perah dapat bertahan hingga 3 jam atau maksimal 4 jam dalam suhu ruang biasa, dan dapat bertahan hingga 6 jam pada ruangan ber-AC.
  2. ASI perah dapat bertahan selama 15-24 jam dalam termos es atau cooler bag/cooler box.
  3. ASI perah dapat bertahan dalam kulkas hingga 3 hari bila terdapat bahan makanan lain dalam kulkas, dan bertahan hingga 7 hari bila tidak ada bahan makanan lain.
  4. ASI perah dapat bertahan hingga 3 bulan jika disimpan dalam freezer, dan dapat bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dalam deep freezer.

Sebagai wadah penyimpanan ASI perah, bisa di dalam botol kaca bekas minuman atau selai dengan tutup plastik. Wadah penyimpanan tersebut haruslah steril dan tertutup. Ibu juga harus menghindari jenis plastik yang tidak menimbulkan zat berbahaya saat dipanaskan. Usahakan Ibu memiliki wadah berukuran 60 ml, sebab bayi pada umumnya membutuhkan ASI sebanyak 60 ml setiap menyusui. Jadi, Ibu bisa mencegah ASI terbuang jika tak dihabiskan. Bila ada sisa, sebaiknya dibuang saja. Sebelum menyimpan ASI, pastikan bahwa botol penyimpanan dan breastpump yang digunakan sudah disterilkan. Kemudian, masukkan botol berisi ASI perah ke dalam kotak penyimpanan yang dipenuhi dengan es batu.

Jika es batu terisi memenuhi kotak syrofoam, kondisi ASI perah akan bertahan selama 24 jam. Itu pun jika sterofoam tidak sering dibuka tutup, kecuali hanya untuk mengeluarkan dan memasukkan ASI. Untuk membuat ASI perah tahan lebih lama, ganti es batu yang sudah mencair dengan yang beku kembali. Jangan lupa juga untuk memberikan stiker label pada botol ASI perah. Hal ini akan mencegah Ibu memberikan ASI yang sudah kedaluarsa.

Jadi, Ibu tak perlu khawatir mengenai berapa lama ASI bertahan setelah diperah. Asal cara menyimpan ASI dilakukan dengan baik dan tepat, ASI akan tetap baik untuk diberikan kepada bayi. Memanaskan ASI juga tidak boleh langsung di atas kompor atau microwave. Ibu hanya perlu menyiapkan wadah yang diisi air hangat, lalu rendam botol atau wadah ASI ke dalamnya.

Be the first to comment on "Kapan ASI Perah Kadaluarsa?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*