Ini Bedanya Bayi Sering Gumoh Normal Dan Abnormal

Penyebab Bayi Gumoh

Bayi sering gumoh bisa dibilang normal. Ketika usianya bertambah, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun begitu, ibu juga perlu khawatir jika gumoh yang dialami bayi tergolong abnormal.

Gumoh merupakan kondisi dimana asupan makanan dimuntahkan oleh bayi. Ini biasa terjadi ketika anak baru berusia beberapa minggu setelah dilahirkan. Asupan yang dimuntahkan biasanya berupa cairan berwarna putih.

Penyebab terjadinya kondisi tersebut tidak lain dikarenakan oleh kondisi kerongkongan bayi yang masih belum berkembang sepenuhnya. Kemudian, lambung bayi masih sangat kecil. Tak mengherankan jika kondisi tersebut sering terjadi pada bayi.

Meskipun dikatakan jika hal tersebut biasa terjadi, tetapi ibu tetap harus waspada. Terutama jika kondisi tersebut memperlihatkan ciri-ciri yang berbeda. Seperti apa tanda gumoh yang normal dan abnormal? Mari perhatikan ulasannya berikut ini.

Ciri Gumoh Yang Normal

Bayi sering gumoh dan cegukan memang menjadi tanda-tanda yang umum. Cegukan sendiri menjadi bawaan yang menemani kebiasaan gumoh si kecil. Kondisi ini memang tidak perlu dikhawatirkan.

Tanda yang umum terjadi ini setidaknya memberikan rasa aman bagi ibunya. Penanganan masalah tersebut juga terbilang cukup sederhana. Penanganan dilakukan hanya untuk membuat anak tidak keseringan memuntahkan makanannya.

Mengenai tanda-tanda dari kebiasaan memuntahkan makanan yang normal, bayi biasanya hanya memuntahkan cairan berwarna putih. Cairan ini berasal dari asi. Dan biasanya kondisi ini terjadi setelah bayi diberikan asi.

Kemudian tanda normalnya gumoh adalah bayi tidak terpengaruh sistem pernafasannya. Bayi tetap nyaman dalam menghirup oksigen. Artinya, tidak ada gangguan pernafasannya.

Selain itu, tanda gumoh bayi normal lainnya adalah bayi tidak mudah rewel. Ini menunjukkan jika bayi tetap nyaman dengan kondisi tersebut. Dan bayi seakan tidak memiliki gangguan pada organ tubuhnya. Hanya saja, organ dalam tubuh bayi masih belum berkembang sempurna sebagaimana mestinya.

Sementara tanda yang terakhir adalah tumbuh kembangnya tetap normal. Meskipun sering memuntahkan makanan, tetapi tumbuh kembangnya tetap menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dicontohkan dengan berat badannya yang meningkat sejalan dengan bertambahnya usia bayi.

Ciri Gumoh Yang Abnormal

Penyebab utama bayi sering gumoh memang berhubungan dengan belum sempurnanya bagian dalam kerongkongan. Cincin di dalam kerongkongan belum bisa menutup sepenuhnya lantaran usianya masih kecil. Jika cincin ini sudah bisa berfungsi optimal, kebiasaan memuntahkan makanan tidak akan terjadi.

Jika memang tetap terjadi, kemungkinan bayi mengalami gumoh yang abnormal. Gumoh yang perlu dikhawatirkan ibu ini bisa dikenali ibu lewat ciri-cirinya. Salah satunya adalah bayi sangat rewel dan menangis lebih keras.

Keadaan tersebut seakan menunjukkan jika bayi mengalami rasa sakit. Tangisan keras ditujukan untuk memberitahu ibu kalau si kecil mengalami masalah. Jadi, pastikan untuk memeriksakannya.

Bayi sering muntah atau gumoh yang tidak normal lainnya bisa dilihat dari terlalu seringnya memuntahkan makanan. Kesannya, bayi seakan memaksa untuk muntah. Dan cairan yang dikeluarkan berwarna kuning ataupun hijau. Bahkan ada yang diikuti dengan darah.

Parahnya lagi, kondisi ini bisa berlangsung sampai berjam-jam. Kondisi yang abnormal ini bisa berlangsung melebihi usia 1 tahun. Padahal, gumoh yang normal itu akan berhenti sebelum usianya menginjak 1 tahunan.

Tanda yang lainnya adalah bayi kesulitan dalam bernafas. Tak hanya itu saja, bayi juga menolak untuk makan. Akibatnya, berat badannya turun drastis. Tanda inilah yang perlu ibu khawatirkan, sehingga pola makan bayi harus lebih teratur.

Demikianlah ulasan mengenai bedanya gumoh yang normal dan abnormal. Kenali ciri-cirinya dan lakukan penanganan bila sangat diperlukan. Jadi, apakah ibu sudah memahami kondisi bayi sering gumoh yang normal dan tidak normal?

Be the first to comment on "Ini Bedanya Bayi Sering Gumoh Normal Dan Abnormal"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*