Induksi Persalinan Saat Melahirkan, Sakitkah?

induksi persalinanSumber: afairgo.net

Pada Ibu hamil dengan usia kandungan menginjak trimester ketiga, proses persalinan merupakan satu hal yang ditunggu-tunggu dengan bahagia juga perasaan harap-harap cemas. Apalagi Ibu dengan persalinan pertama kali. Pengalaman-pengalaman menegangkan yang dialami teman maupun saudari yang pernah didengar sedikit banyak biasanya mempengaruhi mental dan kesiapan ibu hamil. Oleh karena itu, disarankan bagi Ibu hamil yang akan bersalin untuk melepaskan stres dan ketegangan juga melakukan afirmasi positif setiap hari. Menanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa proses persalinannya nanti akan berjalan lancar tanpa hambatan.

Salah satu pengalaman menegangkan yang sering dibagi ibu-ibu pasca melahirkan adalah saat terpaksa mengambil jalan induksi  persalinan untuk mempercepat kelahiran. Banyak beredar cerita bahwa induksi persalinan itu menyakitkan dan beberapa Ibu menjadi takut untuk mengambil keputusan induksi pada saat melahirkan. Benarkah induksi persalinan sesakit itu?

Sebelum membahas rasa sakit yang ditimbulkan karena induksi persalinan, mari kita mengenal lebih jauh tentang proses ini. Induksi persalinan adalah sebuah proses untuk merangsang terjadinya kontraksi pada rahim sebelum kontraksi alami terjadi yang ditujukan untuk mempercepat proses kelahiran.

Induksi persalinan biasanya dilakukan pada kondisi-kondisi sebagai berikut :

  1. Jika air ketuban pecah dan Ibu belum merasakan kontraksi pada rahim

Ketika air ketuban ibu pecah dan Ibu belum melahirkan lebih dari satu hari, maka opsi induksi persalinan akan dipertimbangkan dokter. Hal ini dikarenakan pecahnya air ketuban dapat menimbulkan infeksi pada janin juga Ibu.

  1. Bila waktu perkiraan kelahiran telah lewat

Jika usia kandungan Ibu sudah menginjak empat puluh dua minggu dan belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan, maka biasanya dokter akan langsung menawarkan induksi. Karena semakin lama janin dalam kandungan maka nyawa janin dan Ibu bisa terancam.

  1. Jika ibu mengalami gangguan kesehatan

Pada kasus preeklampsia dan diabetes, dokter akan menawarkan induksi persalinan demi menjaga keselamatan janin dan Ibu.

Jadi, sebelum mengambil keputusan induksi persalinan, dokter telah  mempertimbangkan matang-matang mengenai keselamatan janin sekaligus sang Ibu. Karena dalam hal ini, dokter memiliki kewajiban menyelamatkan keduanya sebisa mungkin.

Rasa sakit ketika induksi persalinan adalah hal yang wajar yang dirasakan para Ibu setelah obat bereaksi atau pada saat metode secara mekanik dilakukan. Tetapi sama sekali tidak benar jika induksi menyebabkan rasa sakit yang lebih parah dibandingkan melahirkan secara normal ataupun operasi caesar. Karena pada dasarnya, setiap proses melahirkan dengan cara apapun  menimbulkan rasa sakit. Terkadang, cerita-cerita yang beredar sudah membuat ibu cemas terlebih dahulu sehingga afirmasi rasa sakit tertanam kuat di benak ibu.

Banyak mitos beredar di masyarakat bahwa untuk merangsang kontraksi secara alami bisa dilakukan dengan mengepel secara jongkok, berhubungan suami istri hingga mengonsumsi makanan tertentu. Tetapi faktanya, belum ada penelitian yang mampu membuktikan kebenaran mitos-mitos tersebut. Karena pada dasarnya, hanya tubuh Ibu yang mampu memberi rangsangan alami hingga kontraksi dengan memproduksi hormon yang bernama oksitosin.

Setiap dokter kandungan mempunyai pertimbangan yang matang mengenai keputusan-keputusan hingga penawaran yang diberikan saat persalinan. Hal ini bisa saja berubah dengan cepat tergantung kondisi fisik sang ibu dan janin. Apapun pilihan Ibu tentang proses persalinan nanti, melahirkan dengan induksi persalinan atau operasi caesar, sesungguhnya sama-sama memiliki potensi untuk menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Untuk itu, kebijakan Ibu dalam hal ini diperlukan agar ibu selamat dan bayi lahir sehat.

Be the first to comment on "Induksi Persalinan Saat Melahirkan, Sakitkah?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*