Induksi Persalinan: Kapan Harus Menunggu, Kapan Harus Menginduksi?

induksi persalinanSource: hypnobirthingsurabaya.com

Setiap wanita yang sedang menjalani masa kehamilan pasti menginginkan proses persalinan yang berjalan lancar dan secara normal. Anda juga pasti menginginkan untuk bayi dalam kandungan bisa lahir ke dunia dengan sehat dan lengkap. Namun ada kalanya persalinan normal yang harus Anda lakukan memerlukan bantuan medis, salah satunya dengan bantuan teknik induksi.

Induksi persalinan adalah proses persalinan memlalui intervensi atau bantuan medis. Induksi ini berupa stimulasi pada tahap awal persalinan. Mulanya mungkin Anda tidak merasakan tanda-tanda persalinan, kemudian setelah mendapatkan stimulasi maka tanda-tanda persalinan akan muncul, mulas atau his. Cara ini dilakukan karena alasan medis untuk mempermudah persalinan secara normal.  Prosedur ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena prosedur ini adalah prosedur buatan bukan alami terjadi. Sehingga Anda yang ingin menjalaninya harus mengetahui secara detail tentang alasan, prosedur, dan risiko yang mungkin dihadapi.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), persalinan yang harus dibantu dengan metode induksi dikarenakan terdapat keadaan darurat yang menyebabkan bayi lebih berisiko untuk tidak selamat apabila tetap berada di dalam rahim ibunya lebih lama lagi. Melahirkan dengan cepat dianggap sebagai hal yang lebih aman untuk bayi.

Induksi dapat dilakukan dalam kondisi seperti berikut:

Usia Kehamilan Melewati Batas Waktu Perkiraan Persalinan

Jika kandungan telah mencapai usia 42 minggu dan belum ada tanda-tanda persalinan maka induksi juga dapat dilakukan untuk mempercepat proses persalinan. Karena setelah lewat masa ini risiko komplikasi bayi dan risiko persalinan makin tinggi. Risiko infeksi paru-paru atau gangguan pernapasan pada bayi juga dapat terjadi akibat dari mekonium atau tinja bayi tertelan.

Air Ketuban Pecah Dini

Jika air ketuban Anda telah pecah dan Anda belum merasakan tanda-tanda persalinan atau kontraksi. Risiko infeksi pada bayi Anda lebih tinggi. Biasanya petugas medis akan menyarankan untuk operasi caesar. Pada situasi ini induksi persalinan merupakan suatu pilihan yang bergantung pada usia kehamilan berapa ketuban Anda pecah. Jika pecah ketuban terjadi saat usia kehamilan kurang dari 34 minggu, induksi persalinan belum tentu menjadi jalan yang terbaik, harus ada faktor lain yang mendukung. Jika pecah ketuban terjadi saat usia kehamilan pada kehamilan 34-37 minggu, induksi persalinan mungkin menjadi jalan keluar terbaik, namun harus dengan pertimbangan mendalam dari dokter kandungan. Jika pecah ketuban setelah usia kehamilan 37 minggu, umumnya akan disarankan untuk induksi ataupun bila keadaan bayi sehat persalinan normal tanpa induksi juga dapat dilakukan.

Kondisi Medis Ibu Tidak Mendukung

Terdapat infeksi di rahim (chorioamnionitis), tekanan darah tinggi (preeklamsia), dan kadar gula darah tidak terkontrol (diabetes gestasional) merupakan kondisi medis ibu hamil yang mengharuskan untuk dilakukan induksi persalinan. Pada kondisi ini kelahiran adalah cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Kondisi Bayi Tidak Mendukung

Tidak ada cukup cairan amniotik yang mengelilingi bayi atau air ketuban sedikit  (oligohidramnion), hambatan pertumbuhan janin (Intrauterine Growth Retardation atau IUGR), pergerakan bayi yang lemah merupakan beberapa kondisi yang mengharuskan untuk dilakukan induksi persalinan, meskipun pemeriksaan menyatakan normal.

Induksi persalinan dapat dilakukan tergantung pada kondisi dan permasalahan yang dihadapi masing-masing.  Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menjalani induksi persalinan diantaranya:

Menggunakan Obat-Obatan   

Prostaglandin:

Obat ini di masukkan ke dalam vagina pada malam hari dan akan menyebabkan rahim berkontraksi pada pagi hari. Salah satu keuntungan dari metode ini adalah ibu dapat bebas bergerak di ruang rawat.

Oksitosin:

Tubuh secara alami memang menghasilkan hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi, namun ada kasus yang menyebabkan hormon ini tak bekerja. Pitocin dan syntocinon adalah merek obat yang merupakan bentuk sintesis dari hormon oksitosin. Obat ini dapat diberikan melalui infus pada dosis rendah untuk merangsang kontraksi.

Apa keuntungan menggunakan oksitosin? Oksitosin dapat mempercepat laju persalinan.

Apa efek saat mengkonsumsi oksitosin? Kontraksi bisa berjalan terlalu cepat, sehingga kontraksi menjadi sulit ditangani tanpa obat penghilang rasa sakit. Oksitosin mungkin perlu dihentikan jika kontraksi menjadi terlalu kuat dan berdekatan.

Artificial Rupture of the Membranes (AROM)

Proses ini dilakukan jika kepala bayi telah sampai pada panggul bawah dan leher Rahim telah setengah terbuka. Detak jantung bayi akan terus dipantau selama proses dan sesudahnya.

Alami

Stimulasi puting adalah bentuk induksi persalinan alami yang bisa dilakukan secara manual atau dengan pompa ASI elektrik. Hormon oksitosin secara alami akan dihasilkan untuk menyebabkan kontraksi.

Induksi persalinan merupakan proses yang berisiko. Berikut risiko yang mungkin terjadi pada induksi persalinan:

  1. Persalinan menyakitkan. Proses persalinan menggunakan induksi lebih sakit daripada persalinan normal, sehingga banyak wanita yang meminta obat pereda nyeri.
  2. Denyut jantung rendah. Obat yang digunakan untuk menginduksi persalinan – oksitosin atau prostaglandin- dapat menyebabkan kontraksi abnormal atau berlebihan yang dapat mengurangi suplai oksigen untuk bayi Anda dan menurunkan denyut jantung.
  3. Induksi persalinandapat menyebabkan rusaknya selaput otak Anda, dapat pula meningkatkan risiko infeksi bagi ibu dan bayi.
  4. Komplikasi yang jarang terjadi tapi sangat serius adalah pecahnya rahim karena bayi keluar dari dinding Rahim ke rongga perut ibunya.
  5. Pendarahan setelah melahirkan. Induksi persalinandapat meningkatkan risiko otot Rahim tidak bekontraksi dengan benar setelah melahirkan (atonia uterus) yang dapat menyebabkan perdarahan serius setelah melahirkan.

Menginduksi persalinan adalah keputusan yang serius. Jika Anda sedang mempertimbangkan induksi. Bekerjalah dengan dokter kandungan untuk membuat pilihan terbaik untuk Anda dan bayi Anda. Pastikan kondisi Anda cocok untuk menjalani prosedur ini.

Be the first to comment on "Induksi Persalinan: Kapan Harus Menunggu, Kapan Harus Menginduksi?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*