Imunisasi Bayi Hepatitis B, Pentingkah?

Imunisasi bayiSource: ohsu.edu

Hepatitis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Apabila dibiarkan, penyakit ini akan semakin parah dan berubah menjadi kanker hati. Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh.

Sebanyak lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia terinfeksi hepatitis kronis. Parahnya, sekitar satu juta orang meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini. Hampir 1 dari 10 orang Indonesia mengalami infeksi hepatitis B. Oleh karena itu, pemberian imunisasi bayi berupa vaksin hepatitis B menjadi hal yang wajib.

Orang dewasa pun dapat menghindari diri dari infeksi berbahaya dengan vaksinasi hepatitis B. Bahkan bagi remaja yang berusia kurang dai 19 tahun dan belum pernah mendapatkan vaksinasi hepatitis B dan direkomendasikan ntuk mendapatkannya secepatnya. Virus hepatitis B biasa ditemukan di cairan tubuh manusia yang sudah terjangkit, seperti ludah, darah, dan air mani. Ibu yang memilki hepatitis B akan berisiko tinggi menularkan pada bayinya. Berikut adalah penjelasan beberapa cara penularan hepatitis B.

  1. Virus hepatitis B dapat menyebar melalui peralatan dan perlengkapan kesehatan yang tidak steril, darah yang terinfeksi, dan juga makanan yang terontaminasi virus tersebut. Gejalanya pun dapat bertahan selama dua bulan, seperti demam, rasa sakit pada perut, dan pusing.
  2. Hepatitis juga menyebar melalui darah dan cairan tubuh seperti melakukan kontak seksual, suntikan, atau infeksi dari ibu yang sedang mengandug anaknya. Gejalanya yaitu sakit pada sendi, ruam pada kulit, tidak selera makan, dan juga sakit kepala.

Mirisnya, tidak semua mengalami gejala-gejala tersebut. Hal ini dikarenakan penyakit ini menyerang organ liver sehingga menimbulkan sirosis, kanker hati, bahkan kematian.   

Vaksinasi hepatitis B menjadi salah satu jenis vaksin yang harus diberikan kepada bayi. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk menangkal infeksi organ hati yang disebabkan virus hepatitis B. Vaksinasi ini juga dapat mencegah berbagai akibat yang ditimbulan dari infeksi hepatitis B, yaitu kanker hati  dan sirosis.

Vaksinasi hepatitis B terdiri dari bahan yang aman dan tidak menyebabkan infeksi hepatitis. Vaksin ini efektif bagi semua usia dan biasanya diberikan sebanyak 3-4 kali suntik dalam periode 6 bulan. Pemberian vaksin ini pun dianggap sangat efektif untuk meningkatkan imunitas bayi sehingga mencegah hepatisis A dan juga tentunya hepatitis B serta dapat diberikan bersama vaksin lain selain pemberian tunggal.

Manfaat pemberian vaksinasi hepatitis B akan meningkat apabila diberikan pada bayi yang masih berusia 0-7 hari. Ikatan dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar bayi memperoleh empat dosis vaksin hepatitis B. Dosis pertama diberikan pada saat baru dilahirkan, dosis kedua diberikan pada saat usia 1-2 bulan, dosis ketiga diberikan pada usia 3 bulan, dan dosis keempat diberikan saat usia 4 bulan.  Pemberian vaksin ini juga sebaiknya diberikan sedini mungkin yakni sebelum bayi berusia 12 jam. Hal ini dilakukan agar virus tidak masuk terlebih dahulu sebeum vaksin.

Setelah pemberian vaksinasi hepatitis B pun terdapat beberapa reaksi ringan, seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan dan demam. Efek samping lain yang lebih berat pun jarang terjadi.

Imunisasi bayi berupa vaksinasi hepatitis B termasuk ke dalam lima jenis imunisasi dasar dan biayanya disubsidi penuh oleh pemerintah. Jadi Ibu jangan khawatir, buah hati Anda dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B ini bersama dengan imunisasi BCG,polio, DPT-HB, serta campak secara gratis di posyandu atau puskesmas.

Be the first to comment on "Imunisasi Bayi Hepatitis B, Pentingkah?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*