Gangguan Emosi Yang Terjadi Pada Tumbuh Kembang Anak

gangguan tumbuh kembang anak

Dalam masa perkembangannya sering kali anak memunculkan perilaku yang tidak sesuai atau tidak diinginkan oleh Ibu dan Ayah. Gangguan tumbuh kembang anak ini juga menyangkut masalah emosi yang masih belum dimengerti buah hati bagaimana cara mengendalikannya. Perilaku yang ditampilkan anak dan dirasa tidak sesuai, bisa saja akan memberikan dampak buruk, misalkan Ibu atau Ayah memilih kekerasan sebagai cara mengatasinya. Padahal, cara ini tidaklah benar, karena akan memberikan trauma psikis tersendiri pada jiwa anak.

Sebelum Ibu atau Ayah memilih melepaskan kemarahan pada si anak, ada baiknya untuk kembali menatap hati kembali. Karena anak yang sedang Ibu dan Ayah muntahkan kemurkaan tersebut adalah buah hati yang menjadi dambaan dulu ketika kelahrannya dinantikan. Ketidaktahuan dan ketidakmengertian si anak dalam mengolah emosi yang terjadi pada dirinya, seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengajarkan bagaimana seharusnya dalam bertindak dan bersikap. Kenali setiap tahap emosi anak yang disampaikan dalam setiap gerak dan lakunya.

Pada dasarnya, ketika anak dilahirkan ke dunia telah dibekali dua emosi dalam jiwanya.

  • Emosi positif : perhatian, minat, bahagia, kagum
  • Emosi negative : marah, cemas, malu, sedih, takut, cemburu

Biasanya, penyebab gangguan emosi pada tumbuh kembang anak bisa disebabkan rasa depresi, kemarahan, dan kecemasan yang terlalu sering dirasakan. Terkadang juga, anak tidak mampu untuk mengolah rasa penolakan dan rasa sayang yang dia dapat. Kesulitan bersosialisasi juga bisa menjadi salah satu yang sering terjadi dalam gangguan perkembangan emosi anak.

Ada beberapa tingkatan gangguan tumbuh kembang anak dalam segi emosi yang perlu Ayah dan Ibu ketahui, agar dapat mendeteksinya sedini mungkin.

Gangguan Emosi Ringan

Biasanya gangguan emosi pada tumbuh kembang anak  jika dalam skala ringan, tidak akan mudah begitu saja terdeteksi oleh Ibu dan Ayah. Malah sebagian orang tua menganggap bahwa emosi ini adalah hal yang wajar dan dimaklumi. Anak juga terkadang memiliki tingkat pengendalian emosi yang berbeda, sehingga gangguan emosi ini terlewat dari pantauan Ayah dan Ibu. Namun sebenarya, jika ditilik lebih lanjut, gangguan ini seharusnya tidak terjadi pada usia tertentu pada anak-anak. Misalkan, pada usia balita ketika seharusnya dia sudah mampu untuk bersosialisasi dengan anak seusianya, anak malah memilih untuk menjauh dan hanya berlindung di balik orang tua.

Gangguan Emosi Sedang

Gangguan emosi pada tumbuh kembang anak dalam tahap yang sedang, sudah bisa terdeteksi sebenarnya. Ibu dan Ayah dapat melihat perilaku yang berbeda dari si anak dibandingkan dengan anak yang lain. Namun terkadang sikap proteksi orang tua dan ketidaktahuan, membuat Ayah dan Ibu menganggap hal ini wajar terjadi. Ada juga yang hanya mengabaikan perilaku gangguan emosi ini. Padahal, seharusnya Ibu atau Ayah mengetahui bahwa itu sewajarnya tidak terjadi pada mereka. Misalkan saja, Ibu atau Ayah yang meminta si anak untuk tidur sendiri di kamarnya dalam keadaan lampu redup atau mati, anak menolak untuk tidur sendiri dengan mengambil sikap marah atau menangis.

Gangguan Emosi Berat

Emosi yang terjadi pada tumbuh kembang anak, jika sudah mengalami gangguan berat, akan sangat tampak pada anak. Ibu dan Ayah dapat melihat dari perilakunya yang cukup ekstrem. Misalkan jika tidak suka terhadap sesuatu, dia akan marah dan mengamuk secara tidak terkendali. Jika dia melihat sesuatu yang membuat dia takut, dia bisa saja menangis dan berteriak sekuat-kuatnya, pucat dan ketakutan.

Pada umunya, gangguan emosi itu disebabkan oleh dua hal, yakni rasa takut dan cemas. Untuk mengatasi gangguan tumbuh kembang anak dalam hal emosi ini, sebaiknya Ayah dan Ibu mulai melakukan ikatan kuat semenjak usia dua tahun. Ikatan kuat antara anak dan orang tua, terutama dalam memberi rasa aman, akan membantunya dalam menapaki kehidupan di waktu yang akan datang.

Be the first to comment on "Gangguan Emosi Yang Terjadi Pada Tumbuh Kembang Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*