Deteksi Dini Penyebab Anak Bertumbuh Pendek

deteksi dini tumbuh kembang anakSumber: essentialkids.com

Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada anak. Anda dapat melakukan deteksi dengan cara teliti untuk mengamati fase perkembangan anak dan rajinlah memeriksakan pertumbuhannya pada dokter anak Anda.

Hanya saja, terkadang perkembangan anak Anda yang sering kali luput dari pengamatan adalah anak Anda yang cenderung memiliki perawakan yang pendek.

Lalu, apakah kategori anak bertubuh pendek ini?

Seorang anak dianggap memiliki perawakan pendek jika memiliki tubuh yang jauh lebih pendek dari anak-anak seusianya. Jika lakukan pemeriksaan tinggi badan di bawah persentil ke-3 atau ke-5 pada grafik pertumbuhannya.

Perawakan pendek ini sebenarnya merupakan ekspresi normal dari genetik seseorang, oleh karena itu, tingkat pertumbuhannya pun normal. Sehingga banyak diantara Anda yang luput untuk mengamatinya, terlebih jika Anda dan pasangan juga memiliki perawakan yang serupa. Karena Anda berpikir anak Anda mungkin telah mewarisi gen pendek dari Anda atau pasangan.

Kemudian, apa penyebab anak bertubuh pendek ini?

Tumbuh kembang anak yang normal adalah hasil dari beberapa faktor, seperti nutrisi, genetika, dan hormon. Berikut ini adalah kemungkinan penyebab anak memiliki pertumbuhan yang pendek menurut Stephen Kemp, MD, PhD.

  • Perawakan pendek dari orang tua

Anak-anak yang memiliki orang tua dengan perawakan pendek, maka dia cenderung memiliki tubuh pendek juga. Hanya saja kecepatan pertumbuhannya normal, pertulangan yang normal, waktu pubertas normal, hanya saja ia mengalami pertumbuhan dengan tinggi badan pendek.

  • Malnutrisi

Di seluruh dunia, malnutrisi adalah penyebab kegagalan pertumbuhan yang paling umum dan biasanya terkait dengan kekurangan gizi. Kekurangan gizi ini lah yang menyebabkan, berat badan yang buruk dan seringkali membuat perawakannya menjadi pendek.

  • Penyakit dan kelainan

Penyakit kronis dan kelainan sistemik yang melibatkan sistem saraf, peredaran darah, atau gastrointestinal dapat menjadi penyebab kegagalan pertumbuhan, termasuk juga perawakan pendek.

  • Dwarfisme psikososial

Kelainan perawakan pendek atau kegagalan pertumbuhan ini sering terjadi dalam kaitannya dengan peristiwa yang melibatkan tekanan emosional tertentu atau pelecehan ataupun pengabaian pada anak.

  • Sindrom

Perawakan pendek bisa saja menjadi ciri dari anak yang menderita sindrom genetik, seperti sindrom Turner dan Down Sindrom. Ini juga bisa menjadi bagian dari sindrom lain, seperti sindrom Noonan, sindrom Russell-Silver, dan sindrom Prader-Willi.

  • Hormonal

Penyebab perawakan pendek ini bisa terjadi akibat kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), defisiensi hormon pertumbuhan, atau kelainan hormon lainnya. Hormon tiroid ini diperlukan untuk pertumbuhan normal, sehingga bila anak kekurangan hormone itu bisa menyebabkan pertumbuhan sangat lambat. Anak-anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan memiliki proporsi tubuh yang normal, tetapi mereka mungkin tampak lebih muda dari usia sebenarnya, karena tubuhnya yang pendek.

  • Penyebab lainnya

Perawakan pendek mungkin terkait dengan retardasi pertumbuhan intrauterine (suatu kondisi di mana anak-anak memiliki berat badan kurang dari 5 pound pada periode kelahirannya). Achondroplasia (salah satu kondisi paling umum yang menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan perawakan pendek) adalah kelainan genetik pada tulang dan tulang rawan. Orang dengan achondroplasia memiliki badan berukuran normal, lengan pendek, kaki pendek, dan kepala sedikit membesar dengan dahi yang menonjol. Orang dewasa dengan kondisi ini biasanya tingginya sekitar 4 kaki.

Catatan: semua anak memang memiliki kecepatan pertumbuhan yang berbeda. Hanya saja tugas Anda lah sebagai orang tua wajib untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Agar penyebab anak Anda memiliki tubuh pendek seperti di atas bisa ditanggulangi sejak dini.

Be the first to comment on "Deteksi Dini Penyebab Anak Bertumbuh Pendek"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*