Daging untuk Menu Seimbang Balita

Menu seimbang balitaSource: svitmam.ua

Mulai usia 6 bulan, bayi mulai bisa diberikan makanan semi padat sebagai makanan pendamping ASI. Selain asupan nutrisi yang didapat dari bubur, sayuran, jus buah, atau biskuit, bayi juga membutuhkan daging. Hal ini dikarenakan daging mengandung zat besi dan zinc yang mana cadangan zat tersebut mulai habis ketika bayi menginjak usia 6 bulan sehingga diperlukan. Apalagi ketika si Kecil merupakan balita, daging juga harus masuk dalam menu seimbang balita lho, Bu.

Daging merupakan makanan padat yang dapat Ibu berikan ketika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas. Hal ini dikarenakan bayi yang sudah mengonsumsi makanan selain ASI akan mengalami perubahan dalam siklus pencernaan. Metabolisme yang dikeluarkan pun akan berbeda ketika bayi mengonsumsi ASI saja.

Kapan waktu yang tepat memberikan daging kepada si Kecil?

Mengenai waktu pemberian daging yang tepat, makanan ini dapat diberikan setelah si Kecil sudah daat mengonsumsi bubur buah dan sayur. Apabila bayi sudah terbiasa mengonsumsi bubur buah dan sayur, maka pencernan anak pun sudah dapat menerima daging. Sebaiknya dalam porsi pemberian daging, dagig diberikan secara bertahap.

Pada tahap awal, Anda dapat mencampur daging dengan sayuran dalam jumlah sedikit. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat daging sulit dicerna dan memerlukan proses pencernaan yang lebih lama dibandigkan dengan buah atau sayuran. Pada tahap ini juga, berikan daging yang sudah di-blender sampai lembut bersama dengan sayuran sebelum diberikan kepada si Kecil.

Ketika bayi masih berusia 6-8 bulan, berikan ia bubur yang lembut. Setelah ia berusia di atas 8 bulan, daging dapat dicincang lembut. Hal ini dilakukan karena pada usia tersebut bayi sudah mulai belajar mengunyah makanan.

Jumah daging yang diberikan pun tidak perlu banyak, namun harus cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan unsur zinc. Zat besi sangat diperlukan karena berperan saat pembentukan sel-se darah merah. Sedangakn zinc berperan meenjaga daya tahan tubuhnya.

Berapa banyak daging yang boleh Ibu berikan kepada si Kecil?

Kebutuhan zat besi dan zinc setiap bayi pasti berbeda-beda. Namun terdapat panduan secara umum bagi orang tua yang ingin memenuhi kebutuhan zat besi dan zinc bagi si Kecil. Pada bayi berusia 7-12 bulan, Anda dapat memberikannya 20-30 gram daging setiap harinya. 20-30 gram daging setara dengan sekitar 4-6 sendok teh. Ketka bayi sudah berusia 1-2 tahun, Anda dapat memberikan 65 daging setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan tubuh si Kecil.

Lalu, jenis daging seperti apa yang bisa diberikan kepada si Kecil?

Untuk pertama kali berikan anak jenis daging dengan rasa dan tekstur yang lebih halus seperti daging ayam atau kalkun. Daging sapi juga sebenanya dapat diberikan kepada bayi, namun daging sapi memiliki tekstur yang ulet. Walauun begitu, Anda tetap bisa memperkenalkan daging sapi yang telah dihaluskan atau dicincang. Jangan lupa juga untuk memotong-motong daging hingga halus atau  Anda juga bisa mem-blender-nya supaya si Kecil lebih mudah mengunyahnya.  

Berbagai jenis daging, seperti daging sapi dan daging ayam, juga merupakan sumber protein terbaik bagi bayi. Dalam memilih daging,  jangan lupa untuk memastikan bahwa daging tersebut dalam kondisi yang baik.  Apabila Anda memberikan si Kecil daging ayam, maka pilhlah ayam kampung ketimbang ayam pedaging. Selain daging, Anda juga dapat memberikan asupan protein yang berasal dari tumbuhan yang disebut dengan protein nabati. Makanan yang termasuk protein nabati antara lain, kacang-kacangan, tempe, jamur, dan tahu.  

Be the first to comment on "Daging untuk Menu Seimbang Balita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*