Bagaimanakah Cara Mendeteksi Toxoplasmosis?

toxoplasma pada ibu hamilSource: BabyInfo

Toxoplasma pasti bunda tidak asing dengan penyakit ini bukan? Penyakit yang sangat rentan diderita saat bunda hamil dan berinteraksi dengan hewan yang terinfeksi Toxoplasma gondii (parasit penyebab toksoplasma), terutama kucing.

Toxoplasma pada ibu hamil ini sangat berbahaya bagi janin, terlebih jika bunda pertama kali terinfeksi sebelum atau selama kehamilan. Karena bunda yang menderita infeksi parah toksoplasma berpotensi besar menular pada janin dan itu sangat berbahaya. Bayi yang bisa lahir dengan selamat dengan toksoplasma biasanya memiliki gejala saat lahir atau enam bulan pertama kehidupan.

Apakah gejala toksoplasma pada bunda dan bayi bunda?

Bunda yang terinfeksi toxoplasmosis biasanya tidak memiliki gejala yang berarti dan serupa dengan flu seperti:

  • Pegal-pegal
  • Bengkaknya kelenjar getah bening
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Badan terasa lemah

Sedangkan bayi bunda yang terinfeksi pada trimester ketiga dan pertama sangat berisiko serius.  Bahkan infeksi awal akan berpotensi lahir dalam keadaan meninggal atau keguguran. Bayi yang bertahan cenderung mengalami masalah serius seperti:

  • Kejang
  • Hati dan limpa yang membesar
  • Mengalami penyakit kuning
  • Infeksi berat pada matanya

Beberapa bayi menunjukkan gejala penyakit saat lahir, mungkin hanya tanda seperti di atas. Bayi yang terinfeksi akan mengembangkan tanda-tanda seperti gangguan pendengaran, cacat mental atau infeksi mata serius pada saat dia remaja.

Bagaimana toksoplasma bisa dideteksi atau diagnosis?

Apabila dokter menduga bunda terinfeksi toxoplasmosis maka bunda pasti direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan antibodi terhadap parasit. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respon terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh, termasuk parasit. Hasil tes antibodi tidak bisa langsung diartikan, sehingga Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan untuk mengirim hasil itu ke laboratorium yang khusus menanggani toxoplasmosis.

Apabila hasil tes bunda negatif berarti bunda belum pernah terinfeksi dan belum kebal terhadap penyakit ini. Dokter mungkin akan merekomendasikan upaya pencegahan agar terinfeksi.

Sedangkan bila bunda mendapatkan hasil positif berarti bunda mendapatkan infeksi aktif atau bunda pernah terinfeksi dan sudah kebal. Bunda bisa melakukan tes tambahan untuk mengetahui kapan infeksi terjadi, berdasarkan jenis antibodi dalam darah.

Apabila bunda sedang hamil dan memiliki infeksi toksoplasmosis maka bunda harus melakukan tes untuk menentukan apakah bayi bunda terinfeksi atau tidak. Tes ini meliputi:

  • Amniosentesis

Prosedur ini aman dilakukan setelah memasuki usia kandungan 15 minggu. Dalam prosedur ini dokter akan menggunakan jarum halus untuk mengeluarkan sedikit cairan dari kantung amnion atau kantung berisi cairan yang mengelilingi janin. Pengujian akan dilakukan pada cairan itu untuk membuktikan adanya bukti infeksi toxoplasmosis. Meskipun ada waktu yang aman, tetapi prosedur ini bisa menyebabkan risiko keguguran walaupun persentasenya kecil dan komplikasi ringan seperti kram, bocornya kantong amnion atau terjadi iritasi di mana jarum itu dimasukkan.

  • Ultrasound scan

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menampilkan gambar bayi bunda di suatu layar. USG ini memang tidak mampu mendiagnosis toksoplasma, tetapi dapat menunjukkan tanda-tanda tertentu seperti penumpukan cairan di otak (hidrosefalus). Jika USG negatif tidak menutup kemungkinan infeksi. Sehingg bunda wajib memeriksakan dan melakukan tes darah pada tahun pertama kehidupan.

Jadi bunda, apabila bunda sedang hamil dan menunjukkan gejala-gejala infeksi toksoplasma pada ibu hamil seperti di atas serta sering berdekatan dengan hewan. Maka bunda harus memeriksakan diri secepatnya, sehingga bunda akan mendapatkan perawatan yang intensif untuk kesehatan bunda dan janin.

Be the first to comment on "Bagaimanakah Cara Mendeteksi Toxoplasmosis?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*