Apa Sajakah Gangguan Tumbuh Kembang Anak?

gangguan tumbuh kembang anakSumber: csd.wisc.edu

Pernah kah Anda memperhatikan anak Anda atau anak dari teman Anda atau anak lain yang berbeda dari anak yang sesusianya? Maksudnya berbeda di sini adalah anak lain mungkin lebih tinggi dan memiliki badan yang ideal, dibandingkan dengan anak Anda atau anak temen Anda yang memiliki tubuh yang pendek dan badan yang kecil. Atau mungkin Anda menemukan kelainan tumbuh kembang yang lain.

Apakah ada yang salah? Mungkin saja tidak. Beberapa anak mungkin hanya memiliki tumbuh kembang lebih lambat daripada yang lain, karena memang orang tua mereka dahulu juga memiliki kecenderungan demikian. Tetapi beberapa yang lain, mungkin memang memiliki gangguan tumbuh kembang anak, merupakan gangguan yang mencegah anak-anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya, misalnya tinggi badan dan berat badan tidak sesuai atau gangguan lainnya.

Berikut beberapa gangguan pertumbuhan yang mungkin diderita anak.

  • Kegagalan Berkembang. Gangguan pertumbuhan ini bukan merupakan kelainan pertumbuhan spesifik dan menyebabkan masalah tumbuh kembang. Namun bisa saja merupakan pertanda yang bisa menyebabkan masalah pertumbuhan. Misalnya saja beberapa anak dibawah usia 3 tahun menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih lambat dari yang seharusnya. Biasanya disebabkan oleh gizi makanan yang tidak mencukupi atau masalah pemberian makan. Mungkin juga merupakan gejala masalah lain, seperti infeksi atau masalah pencernaan.
  • Penyakit Endokrin (penyakit yang melibatkan hormon).Gangguan pertumbuhan ini melibatkan kekurangan atau kelebihan hormon dan dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan remaja. Defisiensi hormon pertumbuhan adalah kelainan yang melibatkan kelenjar pituitari (kelenjar kecil di dasar otak yang mengeluarkan beberapa hormon, termasuk hormon pertumbuhan). Kelenjar pituitari yang rusak atau tidak berfungsi, bisa jadi tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup untuk pertumbuhan normal. Hipotiroidisme adalah suatu kondisi dimana kelenjar tiroid gagal menghasilkan cukup hormon tiroid, hormon penting untuk pertumbuhan tulang.
  • Sindrom Turner. Sindrom ini adalah salah satu kelainan pertumbuhan genetik yang paling umum, terjadi pada anak perempuan dan merupakan sindrom di mana ada kromosom X yang hilang atau abnormal. Yang dapat menyebabkan perawakannya pendek, anak perempuan dengan sindrom Turner juga biasanya tidak mengalami perkembangan seksual normal karena ovarium (organ seks yang memproduksi sel telur dan hormon wanita) gagal matang dan berfungsi normal.
  • Terlambat Berjalan. Anak yang berusia 8 bulan atau lebih seharusnya sudah mulai belajar berjalan dan pada usia 18 bulan sudah mulai berjalan tanpa bantuan. Tapi ketika lebih dari usia itu anak belum mulai menunjukkan tanda-tanda belajar berjalan dan anak terlihat lebih lemah maka kemungkinan anak tersebut menunjukkan terlambat berjalan. Namun, jika lebih dari itu sebaiknya Anda mulai mengkomunikasikan langkah untuk mengatasi hal tersebut pada dokter Anda.
  • Sindrom Down. Kondisi ini dapat menyebabkan anak memiliki pertumbuhan yang lambat karena kelainan pada kromosomnya (unit genetik pada semua makhluk hidup). Akibatnya dapat merusak sel motorik tubuh, kemampuan perkembangan tubuh, dan juga cacat tubuh. Bahkan bisa juga anak akan membawa beberapa penyakit bawaan seperti kelainan jantung dan cacat kongenital lain.
  • Autisme. Kondisi ini juga merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang anak. Yang dapat menyebabkan anak sulit memahami situasi, sulit bicara atau berkomunikasi, sulit berinteraksi dengan orang lain, emosional yang berlebihan, atau gangguan kompleks lainnya.
  • Cerebral palsy. Gangguan tumbuh kembang anak ini dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan bergerak, pertumbuhan yang lambat, cacat fisik, sistem motorik yang tidak normal, keterlambatan untuk menguasai beberapa keahlian dasar dan keterampilan dasar.

Be the first to comment on "Apa Sajakah Gangguan Tumbuh Kembang Anak?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*