Apa Sajakah Alasan Bedah Caesar Perlu Dilakukan?

bedah caesarSumber: motherandbaby

Menjadi ibu dan melahirkan secara normal adalah impian semua wanita. Bahkan ada yang mengatakan bahwa seorang wanita belum dikatakan menjadi ibu jika belum merasakan persalinan secara normal. Namun, keinginan untuk melahirkan secara normal terkadang harus bunda kubur dalam-dalam, jika sudah dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan untuk melahirkan melalui bedah caesar.

Ada banyak keadaan atau alasan yang menyebabkan dokter menyarankan bunda untuk melalui persalinan dengan operasi caesar, alih-alih secara normal. Misalnya saja bunda mengalami komplikasi pada kehamilan, sehingga harus menjalani operasi caesar. Beberapa alasan operasi caesar memang diperlukan jika terjadi pada situasi kritis, beberapa digunakan untuk mencegah situasi kritis, dan ada juga yang karena pilihan.

Berikut beberapa alasan mengapa bedah caesar harus dilakukan menurut American Pregnancy.

Hal ini terjadi ketika plasenta terletak rendah di rahim sehingga sebagian atau seluruhnya menutupi serviks. Jika didiagnosa terjadi plasenta previa lengkap atau parsial maka harus dilakukan operasi caesar. Jika masih plasenta marjinal, bisa tetap memilih persalinan normal.

  • Placental Abruption

Merupakan pemisahan plasenta dari lapisan rahim ynag mengakibatkan pendarahan di tempat pemisahan dan nyeri rahim. Hal ini dapat menganggu suplai oksigen ke bayi, sehingga operasi caesar darurat harus dilakukan.

Hal ini dapat menyebabkan pendarahan dan gangguan suplai oksigen. Alasan inilah untuk melakukan operasi caesar.

  • Posisi Bayi Sungsang

Saat bayi berada pada posisi sungsang, persalinan caesar merupakan satu-satunya pilihan, terlebih bila bayi dalam keadaan tertekan akibat sungsang.

  • Porlaps¬†Tali Pusar

Merupakan kondisi di mana tali pusar mendahului kepala bayi di leher rahim atau bahkan vagina, sehingga rahim kontraksi dapat menyebabkan tekanan pada tali pusar yang dapat mengurangi alirah darah ke bayi. Pada kondisi ini bedah caesar darurat harus dilakukan.

  • Keadaan Janin yang Gawat

Penyebab paling umum bayi dalam keadaan darurat bayi adalah kurangnya jumlah oksigen yang diterima oleh bayi. Sehingga operasi caesar darurat harus dilakukan, jika tidak bayi dalam keadaan bahaya.

  • Cephalopelvic Disproportion(CPD)

Apabila ukuran kepala bayi besar terlalu besar dan panggul bunda terlalu kecil sehingga akan kesulitan jika dipaksa melalui persalinan normal, maka akan berbahaya. Itulah sebabnya memerlukan persalinan secara caesar.

  • Active Genital Herpes

Jika bunda memiliki riwayat penyakit herpes pada bagian genital maka operasi caesar harus dijadwalkan untuk mencegah agar bayi tidak terpapar virus saat melewati jalan lahir yang normal.

  • Diabetes

Saat bunda menderita diabetes, bayi bunda mungkin memiliki ukuran yang besar atau bunda mengalami komplikasi lain yang tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal. Alasan inilah yang meningkatkan  kesempatan untuk menjalani bedag caesar.

  • Preeklampsia

Kondisi ini melibatkan tekanan darah tinggi selama kehamilan, yang dapat menyebabkan plasenta berkurangnya suplai darah ke plasenta dan mengurangi aliran oksigen ke bayi. Jika bunda masih pada tahap preeclampsia ringan mungkin masih bisa ditolong dengan perawatan medis sehingga bunda tetap bisa melahirkan secara normal. Hanya saja pada preeklampsia berat bunda harus menjalani persalinan secara caesar.

  • Cacat Kelahiran

Jika bayi telah didiagnosa mengalami cacat lahir, operasi caesar harus dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut selama proses perselinan.

  • Bayi Kembar

Bayi kembar dengan jumlah dua dapat dilahirkan dengan normal asalkan memenuhi persyaratan seperti posisi, bobot tubuh, dan usia kehamilan. Jika tidak memenuhi syarat atau kembar lebih dari dua maka cenderung harus menjalani bedah caesar.

Be the first to comment on "Apa Sajakah Alasan Bedah Caesar Perlu Dilakukan?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*