Antara Ibu Menyusui Secara Langsung atau Menggunakan Botol

ibu menyusuiSumber: Wikimedia

Pemberian air susu Ibu (ASI) pada bayi memberikan banyak manfaat baik itu bagi sang bayi maupun bagi Ibu sendiri. Seiring dengan perkembangan peran Ibu yang tidak hanya terbatas pada urusan rumah tangga, metode ibu menyusui anaknya pun menjadi beragam. Selain menyusui anak secara langsung, ada ibu yang memilih untuk memberikan ASI secara tidak langsung. Mereka menyiapkan persediaan ASI dengan menggunakan pompa yang kemudian hasilnya ditampung dalam botol lalu disimpan dalam pendingin untuk diberikan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.

Hal ini biasa dilakukan oleh para Ibu yang memiliki kesibukan bekerja. Terbatasnya waktu cuti dan minimnya perusahaan yang menyediakan fasilitas bagi ibu menyusui, mau tidak mau telah membuat para Ibu menggunakan susu perah sebagai pilihan untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI sang buah hati. Menurut data, jumlah pekerja perempuan di Indonesia mencapai 40,74 juta jiwa. Sekitar 25 juta di antaranya termasuk dalam usia reproduktif dengan kemungkinan mengalami proses kehamilan, persalinan, dan menyusui dalam masa kerja.

Penggunaan susu perah seperti di atas merupakan bagian dari usaha para ibu bekerja untuk dapat tetap memberikan ASI eksklusif bagi anak tercinta. Seiring dengan meningkatnya kesadaran ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Namun sayangnya, terdapat perbedaan antara menyusui langsung dan menggunakan susu perah. Bahkan, menurut Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan bahwa pemberian ASI yang sudah dipindahkan ke dalam botol tidak bisa dikatakan sebagai ASI eksklusif. Sebab, ASI eksklusif hanya berlaku untuk para ibu menyusui yang memberikan ASI secara langsung.

Ada keuntungan yang hilang ketika bayi hanya diberi ASI perah yaitu kontak fisik. Bayi dan ibu jadi tak memiliki momen khusus bersama. Padahal selain berfungsi sebagai pemenuhan nutrisi, kegiatan menyusui secara langsung juga salah satu cara untuk menjalin ikatan batin antara ibu dengan anak.

Selain itu, memberikan ASI secara langsung tidak hanya memberikan manfaat bagi bayi. Untuk perempuan yang menyusui, kegiatan menyusui secara langsung juga membantu menyeimbangkan hormon pasca-persalinan. Secara jangka panjang, menyusui juga berdampak pada kesehatan mental anak. Bayi yang disusui secara langsung cenderung lebih aktif pada hari ketiga pasca-persalinan. Tidak hanya itu, setelah pemberian ASI langsung selama 4-9 bulan, tingkat kecerdasan mereka juga lebih tinggi.

Yang paling penting, pemberian asi perah dalam botol ternyata dapat mengurangi sistem imun anak. ASI yang dibekukan setelah diperah bisa memecah sel imun dan lipid, meski tidak memengaruhi protein antimikrobanya. Pendinginan mengurangi konsentrasi asam askorbat dan aktivitas antioksidan. Pencairan ASI dengan cara pemanasan juga sangat tidak disarankan karena menurunkan unsur zat anti-infeksi pada ASI secara drastis.

Meski demikian bukan berarti pemberian susu perah dalam botol tidak memiliki kelebihan. Menurut penelitian yang dilakukan pada 1.250 bayi, bayi yang diberi susu dalam botol punya kemungkinan lebih besar menghabiskan isi botolnya dibandingkan anak-anak yang disusui secara langsung. Bayi yang dilatih menggunakan botol sejak dini jadi terbiasa untuk menghabiskan makanannya.

Selain itu, pemberian susu dalam botol baik itu susu perah maupun susu formula bisa menjadi solusi bagi ibu menyusui yang menemui kendala dalam proses pemberian ASI. ASI perah bisa menjadi jawaban bagi keresahan para Ibu bekerja yang tidak bisa terus memberikan ASI secara langsung pada bayinya. Sedangkan susu formula bisa membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan bayi ketika sang Ibu tidak bisa memproduksi ASI dengan jumlah yang cukup, selain dengan mengkonsumsi vitamin-vitamin untuk ibu menyusui.

Pada akhirnya, pilihan untuk memberikan ASI pada bayi, baik itu dengan cara menyusui langsung, memerah ASI, atau menggunakan susu formula, adalah keputusan setiap ibu menyusui yang tentunya disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. Namun, sebaiknya selama ibu mampu dan memiliki kesempatan, ada baiknya pemberian ASI perah atau susu fornula tetap dibarengi juga dengan pemberian ASI secara langsung.

Be the first to comment on "Antara Ibu Menyusui Secara Langsung atau Menggunakan Botol"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*