Anemia Saat Hamil: Bahaya dan Pengobatannya

anemia saat hamilSource: baby-pedia

Pada saat bunda hamil, bunda juga harus dihadapkan dengan peningkatan risiko anemia. Risiko ini terjadi karena pada saat hamil wanita memiliki kelebihan jumlah sel darah yang dihasilkan tubuh untuk membantu memberi nutrisi pada bayi. Namun, terkadang tidak semua sel darah tersebut sehat dan berfungsi dengan normal.

Anemia sendiri merupakan suatu kondisi di mana bunda tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Kurangnya suplai oksigen pada jaringan mengakibatkan banyak fungsi organ yang terhambat. Terlebih jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini dan langsung ditangani. Hal itu akan membahayakan bunda dan juga janin, terutama terkait dengan berat lahir bayi yang rendah, kelahiran prematur, dan angka kematian ibu pasca melahirkan.

Apakah anemia dapat membahayakan kehamilan bunda dan bagaimana pengobatannya?

Apabila bunda didagnosa menderita anemia saat kehamilan, bunda tidak perlu khawatir. Karena anemia ringan yang didiagnosa dan ditangani sejak dini tidak akan menyebabkan masalah yang berarti selama kehamilan bunda. Anemia akan berbahaya jika tergolong berat dan tidak segera ditangani.

Pada kondisi anemia ringan, dokter mungkin saja hanya akan memberikan resep suplemen penambah zat besi untuk bunda konsumsi. Jika suplemen dikonsumsi secara rutin maka kondisi anemia bunda akan berangsur membaik. Namun, jika bunda menderita anemia yang tergolong parah, bunda diharuskan untuk dirawat dan mendapatkan suplemen zat besi IV. Sedangkan bila bunda memiliki kadar hemoglobin yang terus saja turun hingga 6 g/dL atau kurang dari itu, transfusi darah harus segera dilakukan.

Kadar hemoglobin bunda yang terus menurun selama kehamilan bisa disebabkan oleh kenaikan volume plasma darah yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan volume darah merah. Ketidaksesuaian antara peningkatan plasma dan eritrosit paling parah terjadi selama trimester kedua.

Bunda yang menderita anemia berat dan setelah dilakukan pengobatan tidak kunjung membaik, dokter biasanya akan merujuk ke dokter spesialis hematologi atau pada maternal-fetal medicine (MFM) untuk mengetahui apakah ada kondisi lain yang menyebabkan anemia bunda tak kunjung membaik.

Apakah anemia akan berpengaruh pada bayi bunda?

Anemia karena kekurangan zat besi yang tergolong ringan tidak akan berpengaruh pada bayi bunda. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anemia defisiensi zat besi ringan yang tidak ditangani sejak dini sehingga menjadi semakin parah selama kehamilan, terutama pada dua trimester pertama kehamilan, berkaitan dengan peningkatan risiko bayi lahir dengan kondisi bayi dilahirkan dengan berat badan rendah.

Sedangkan jika bunda memiliki anemia parah itu akan membahayakan bayi bunda. Hal itu akan meningkatkan risiko bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa atau kematian saat baru saja dilahirkan.

Apa sajakah yang bisa bunda lakukan untuk tetap mendapatkan kehamilan sehat meskipun menderita anemia?

Jika bunda sudah didiagnosa anemia sejak sebelum kehamilan, maka dokter bunda pasti akan memberikan perawatan yang intensif selama kehamilan. Bunda akan mendapatkan vitamin dan suplemen zat besi serta mengatur makanan apa saja yang bisa bunda makan.

Bunda bisa memperbaiki kondisi anemia saat hamil dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi seperti udang, telur, daging sapi, kacang-kacangan, sereal, hati ayam dan sebagainya. Dan jangan lupa mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi seperti jus jeruk, stroberi, brokoli, paprika, bayam, dan masih banyak lagi. Hindari juga mengkonsumsi makanan atau minuman yang mencegah penyerapan zat besi pada tubuh seperti susu, produk kedelai, kopi, dan teh.

Be the first to comment on "Anemia Saat Hamil: Bahaya dan Pengobatannya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*