6 Tips Bepergian saat Hamil agar Tetap Sehat

Bepergian saat hamil adalah salah satu cara menyegarkan tubuh dan pikiran. Anda tidak perlu khawatir tentang ketidaknyamanan asal simak tips ini.Source: Merdeka

Gagasan bepergian saat hamil mungkin tampak menakutkan pada awalnya. Anda mungkin memikirkan, bila di rumah saja untuk merasa nyaman sulit, bagaimana nantinya saat berada di kendaraan pribadi atau pesawat yang tentunya kurang nyaman menurut Anda. Tapi coba pikirkan! Bepergian adalah salah satu saat terbaik bagi Anda untuk menyegarkan tubuh dan pikiran. Anda tidak perlu diingatkan tentang tidak nyamannya saat mual dan muntah serta emosi yang naik turun. Anda justru akan dihadapkan pada asyiknya membuat rencana perjalanan yang nyaman dan menyenangkan, karena dengan persiapan yang tepat bepergian saat hamil menjadi aktivitas yang aman. Anda juga dapat menikmati dan menciptakan waktu yang sangat menyenangkan dengan pasangan. Anda bisa menyebut bepergian saat hamil itu sebagai babymoon.

Berikut kami akan memberikan sedikit panduan untuk membuat bepergian saat hamil menjadi mudah, nyaman, aman, dan santai.

Pilihlah Tempat Sempurna

Lakukan perencanaan bersama dengan pasangan Anda tentang perjalanan yang akan dilakukan. Anda dan suami bisa memilih tempat yang damai dan tenang serta memiliki suasana yang indah. Bepergian ke luar negeri saat hamil memang suatu yang menggoda, tapi jika Anda mau untuk berpikir ulang, Anda bisa memilih bepergian dengan tujuan domestik saja. Dengan tujuan domestik Anda mungkin menghadapi sedikit ketidaknyamanan dalam perjalanan. Anda akan tetap berada di kawasan negara sendiri sehingga mengurangi beberapa risiko seperti makanan tercemar, air minum yang tidak aman, dan perawatan medis asing.

Maksimalkanlah waktu Anda di tempat tujuan baru dengan jalan-jalan kaki bersama pasangan, berenang, atau yoga santai di tepi pantai.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Anda harus mempertimbangkan dan mimikirkan berapa lama perjalanan yang harus ditempuh? Jangan sampai waktu Anda yang berharga hanya dihabiskan di jalan. Pilihlah tempat yang bisa Anda tempuh dalam waktu kurang dari dua jam dengan mobil, kereta atau pesawat terbang.

Anda juga harus mempertimbangkan tipe pelancong macam apa yang disukai? Apakah Anda ingin untuk berjalan dan melihat-lihat pemandangan? Atau apakah Anda lebih suka duduk diam dan membaca di tepi kolam tanpa gangguan?

Apakah tempat yang menjadi tujuan Anda benar-benar bisa Anda nikmati saat hamil? Atau tempat yang Anda tuju justru tidak sesuai dengan kondisi kehamilan. Anda harus menyadari bahwa terdapat beberapa tujuan yang tidak sesuai dengan kehamilan.

Apakah ada akses terhadap perawatan medis yang baik? Hal ini bisa sangat penting jika Anda memiliki kehamilan yang berisiko tinggi. Sebagian besar kota besar pasti memiliki unit perawatan intensif jika Anda mengalami persalinan lebih awal. Jika Anda bepergian saat hamil ke luar negeri, cari tahu perawatan medis apa yang tersedia dan tanyakan kepada dokter atau bidan Anda apakah perawatan yang ada di negara tujuan sudah memadai.

Pilihlah Waktu yang Tepat

American Congress of Obstetricans and Gynecologist (ACOG) menyatakan waktu terbaik untuk Anda bisa bepergian dengan pesawat terbang adalah antara 14 dan 28 minggu pada trimester kedua, ketika keadaan darurat medis yang berkaitan dengan kehamilan paling tidak mungkin terjadi. Ini juga saat Anda memiliki energi dalam jumlah besar dan tetap mudah untuk merasa nyaman. Sebagian besar maskapai penerbangan komersial mengizinkan wanita hamil melakukan perjalanan hingga 36 minggu kehamilan, meskipun memerlukan izin medis dari dokter untuk melakukan perjalanan pada trimester ketiga.

Anda bisa menanyakan pada dokter atau bidan dan mintalah rekomendasinya. Holly S. Puritz, MD, ACOG di Norfolk, VA, berpedoman bahwa 32 minggu kehamilan adalah waktu untuk berhenti bepergian dan tidak merekomendasikannya.

Periksalah dengan Dokter Kandungan atau Bidan Anda

Anda harus memastikan bahwa dokter kandungan atau bidan merekomendasikan untuk bepergian saat hamil, terutama jika Anda memiliki kehamilan berisiko tinggi. Anda mungkin masih bisa bepergian, tapi Anda harus memilih tempat dengan perawatan medis yang baik atau lebih dekat dari rumah bisa menjadi salah satu prioritas utama Anda.

Mintalah pada dokter atau bidan catatan medis yang menyatakan Anda dapat bepergian dan memiliki izin untuk terbang. Catatan tersebut sebaiknya dibuat seminggu sebelum Anda bepergian. Beberapa maskapai penerbangan membutuhkan catatan dan izin ini.

Teruslah Bergerak

Risiko utama terkait dengan kehamilan dan perjalanan (perjalanan di mana Anda tidak bergerak, seperti di dalam mobil) adalah potensi untuk terjadinya penggumpalan darah yang mengancam jiwa. Menurut Rebecca Shiffman, kehamilan sangat berisiko untuk hiperkoagulabel, karena semua faktor pembekuan darah meningkat pada kehamilan, hal tersebut terjadi untuk melindungi wanita dari pendarahan pada akhir kehamilan. Penggumpalan darah bisa terjadi apabila gerakan Anda dibatasi dan sirkulasi darah tidak lancar.  Untuk mencegahnya jika Anda menggunakan pesawat terbang, Anda bisa bangun dan sedikit meregangkan badan. Jika Anda mengemudi, seringlah berhenti dan meregangkan kaki. Tinggikanlah kaki Anda pada barang bawaan di depan Anda. Minumlah banyak air agar tetap terhidrasi.

Makanlah yang Sehat

Saat bepergian bawalah makanan ringan atau cemilan yang sehat, roti, sandwich, biskuit. Anda juga bisa membawa beberapa buah. Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan, terutama jika Anda bepergian ke luar negeri. Karena wanita hamil lebih mudah untuk mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah saat keracunan makanan dan demam tinggi yang bisa berbahaya bagi janin. Pilihlah buah dan sayuran dengan kulit tebal, cuci dengan baik. Di daerah di mana airnya tidak aman, pilihlah air kemasan, dan hindari es dalam minuman apa pun. Pastikan daging, unggas, telur, dan makanan laut dimasak dengan saksama.

Terakhir, selamat menikmati bepergian saat hamil. Semoga Anda dan sang bayi bisa mendapatkan perjalanan yang berkesan.

Be the first to comment on "6 Tips Bepergian saat Hamil agar Tetap Sehat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*