6 Cara Mudah Menangani Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

alergi susu sapiSource: Pixabay

Ketika anak alergi susu sapi gejala yang dialami adalah muntah, nafas tersengal, gangguan pencernaan, hingga gatal-gatal. Terkadang, alergi disertai juga dengan pembengkakan daerah tertentu, umumnya wajah. Alergi biasanya muncul seketika itu juga. Ini karena sistem imun si Kecil yang merespon makanan secara abnormal.

Namun, bedakan dengan intoleransi laktosa yang biasanya diawali dengan diare, perut kembung, kram perut, dan muntah. Biasanya, intoleransi laktosa muncul 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi produk susu. Intoleransi ini merupakan akibat dari ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa karena kurangnya lactase.

Tak perlu panik, berikut adalah 6 cara mudah menangani si Kecil yang alergi susu sapi.

  1. Segera melakukan pemeriksaan ke dokter

Langkah pertama dalam menangani si Kecil yang alergi susu sapi adalah membawanya untuk dirawat secara medis sesegera mungkin. Guna memastikan diagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Baik pemeriksaan darah, feses, atau tes alergi pada kulit si Kecil. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda. Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan susu kepada anak saat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anak Anda mengalami alergi susu.

  1. Hindarkan dari produk susu

Sekali si Kecil divonis menderita alergi produk susu, sebaik mungkin hindarkan dia dari segala jenis produk susu, termasuk permen atau produk lainnya. Biskuit yang mengandung susu misalnya, meskipun hanya sedikit komposisinya mengandung susu, namun masih dapat mengganggu kesehatan si Kecil.

  1. Ganti susu sapi dengan produk lain

Meskipun tidak boleh mendapatkan asupan susu sapi, bukan berarti si Kecil harus kehilangan nutrisi. Ibu masih dapat menggantinya dengan produk lain. ASI adalah yang tebaik. Namun pada si Kecil dengan indikasi medis, susu formula adalah salah satu pilihan. Si Kecil dengan alergi susu sapi ringan, direkomendasikan untuk mengkonsumsi formula dengan protein terhidrolisa ekstensif. Jenis protein yang ditemukan pada susu ini mudah diterima oleh tubuh si Kecil karena proses pemecahan yang lebih mudah. Selain itu sistem kekebalan tubuh si Kecil bisa menerima susu dengan baik karena tidak membaca protein susu sebagai bahan alergen untuk tubuh.

  1. Ganti susu anak dengan menggunakan susu formula berbahan dasar kedelai

Ibu juga dapat memberikan susu formula berbahan dasar kedelai. Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi. Perlu diingat, jangan menggunakan susu kedelai untuk si Kecil yang berumur kurang dari 6 bulan. Kedelai dan produk kacang-kacangan mengandung fitoestrogen yang bisa menyebabkan reaksi alergi berlebihan pada si Kecil.

  1. Ibu jangan mengkonsumsi produk susu sapi

Ketika Ibu masih memberikan ASI secara eksklusif pada si Kecil maka Ibu juga harus menjaga agar tidak mengkonsumsi produk susu sapi. Lewat mekanisme tubuh terkadang alergi bisa berjalan ketika si Kecil menerima ASI sementara Ibu mengonsumsi produk susu sapi. Jadi Ibu harus menjauhi semua produk susu sapi dan fokus memberikan ASI pada si Kecil.

  1. Ajak anak bermain di luar

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya. Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

Ajak si Kecil untuk bermain di luar agar terpapar sinar matahari langsung, khususnya di pagi hari. Hal inilah yang dapat membantu anak Anda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama anak terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

Itulah 6 cara mudah menangani si Kecil yang alergi susu. Sekalipun anak terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti untuknya, agar kesehatan anak Anda terjaga dan anak tumbuh dengan tulang yang kuat.

Be the first to comment on "6 Cara Mudah Menangani Si Kecil yang Alergi Susu Sapi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*