5 Manfaat Jadwal Tidur Balita

jadwal tidur balitaSource: eumom.

Bayi, balita, dan anak-anak, membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dari orang dewasa. Hal ini guna mendukung perkembangan fisik dan mental mereka. Tidur adalah kegiatan yang sama pentingnya dengan makan, minum, atau bermain. Ibu dapat menerapkan jadwal tidur balita yang rutin dan konsisten dilakukan agar tubuhnya beristirahat, segar dan mendapatkan energi baru.

Hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa bayi usia 1 tahun yang kurang tidur diduga akan memiliki rentang konsentrasi yang lebih pendek dan mempunyai masalah perilaku psikologis saat menginjak usia 3 dan 4 tahun. Tidur dengan waktu yang sedikit juga dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan sistem kekebalan tubuh, sehingga balita       menjadi rentan sakit. Maka sebaiknya masalah akibat kurang tidur harus diatasi dengan cepat ya, Bu.

Penelitian lainnya di bidang psikiatri anak meyebutkan bahwa jadwal tidur balita yang kurang dari 9 jam per malam membuat balita lebih mungkin menunjukkan sikap impulsif, rewel, dan bahkan tantrum daripada balita yang cukup tidur di malam hari. Tantrum adalah ledakan emosi atau rasa frustrasi yang disertai dengan ketakutan atau kecemasan. Jadwal tidur balita juga berperan penting terhadap perkembangan kognitif, yaitu kemampuan untuk berpikir dan memahami, mengolah informasi, belajar bahasa.

Setiap manusia, walau dalam keadaan tidur, otak tetap aktif bekerja. Ibu pasti sering       melihat balita lebih interaktif dan responsif saat ia tidur sambil tersenyum atau mengerakkan anggota badan. Hal ini karena ada dua tahap saat tidur, yaitu:

Rapid Eye Movement (REM)

Fase ini disebut tahap mimpi, pola pernapasan dan detak jantung belum teratur dan terkadang membuat anak tersenyum, tertawa, mengigau, anggota tubuh seperti tangan dan kaki pun masih dapat bergerak. Dalam tahap ini, otak memasuki kondisi maksimal dalam mengolah ingatan dan data, pertumbuhan sel otak pun berlangsung dengan sangat cepat.

Non – Rapid Eye Movement (Non – REM)

Ini tahap tidur nyenyak (deep sleep, sleep soundly). Balita akan tidur tenang dan pulas, ritme napas dan detak jantung pun teratur. Kualitas tidur pada tahap Non – REM berguna untuk pertumbuhan fisik anak, memulihkan kondisi tubuh, memperbaiki sel dan membangun otot tubuh. Kedua tahap ini akan berlangsung secara bergantian sepanjang waktu tidur anak.

Catatan penting yang harus diperhatikan pada jadwal tidur balita adalah balita tidak hanya membutuhkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, tetapi juga jumlah waktu tidur. Kuantitas atau jumlah waktu tidur bayi dan balita berbeda-beda, sesuai dengan usianya untuk balita usia 1-2 tahun membutuhkan waktu tidur sebanyak 11-14 jam per hari, sedangkan usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam per hari.

Balita yang sudah berusia 2 tahun, seringkali menghindari tidur pagi dan hanya mau tidur di siang hari saja dengan jangka waktu sekitar 2 jam. Saat usia 3 tahun, akan lebih sulit untuk tidur pagi atau siang hari. Oleh karena itu Ibu harus mengajar disiplin serta teratur mengikuti jadwal tidur balita yang sudah dibuat, agar si kecil terbiasa. Lakukan cara yang menyenangkan agar balita Ibu mudah diajak tidur. Balita dapat memenuhi kebutuhan tidurnya dengan baik dan tumbuh kembangnya pun menjadi optimal.

Berikut 5 manfaat jadwal tidur balita sebagai pendukung perkembangan fisik dan psikologisnya :

Lebih ceria

Balita yang tidur cukup akan lebih ceria dan bahagia. Balita akan rewel dan uring-uringan sepanjang hari bila kurang tidur atau jadwal tidurnya tidak teratur.

Kesehatan jantung

Mendengkur kerap dijumpai pada balita yang terlalu letih beraktivitas. Menurut penelitian terbaru, balita yang mendengkur, walau hanya dengkuran ringan,  memiliki tekanan darah dan detak jantung lebih tinggi dibanding balita yang tidur tanpa mendengkur. Penyebab dengkuran pada   balita adalah karena sering terbangun di malam hari.

Berat badan  menjadi ideal

Balita yang tidur kurang dari 12 jam sehari berpotensi hingga 2 kali lebih banyak kelebihan berat badan saat usia 3 tahun. Setiap tambahan jam yang melampaui jam tidur yang dianjurkan, dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan sebesar 9%.

Meningkatkan kecerdasan

Dengan waktu tidur yang cukup, balita akan menggunakan 3 atau 4 area otak untuk menyelesaikan tugas saat usia 4-8 tahun nanti. Kurang tidur mengakibatkan otak kurang terkoordinasi dan efisien serta menurunkan kemampuan daya ingat. Waktu tidur yang berkurang, walau hanya 1 jam setiap malam selama seminggu bisa menurunkan kemampuan berkonsentrasi pada balita Ibu.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Berkurangnya waktu tidur dalam sehari juga dapat membuat balita 3 kali lebih rentan terkena flu. Kodisi seperti ini juga dialami oleh anak-anak yang lebih besar hingga orang dewasa. Daya tahan tubuh menurun karena tubuh dalam keadaan yang letih dan lelah setelah melakukan banyaka aktivitas fisik. Istirahat yang cukup dan pola tidur teratur menangkal penyakit flu secara alami.

Pola tidur bayi dan balita akan selalu berubah, Ibu harus sabar mengikutinya dan konsisten mengatur jadwal tidur balita. Maksimalkan aktivitasnya setelah tidur siang hingga sore hari agar waktu tidur malam lebih lama. Pilihlah aktivitas ringan yang tidak terlalu membuat lelah dengan porsi yang seimbang dengan jam tidur agar balita tetap memiliki kualitas tidur yang baik.

Be the first to comment on "5 Manfaat Jadwal Tidur Balita"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*