10 Bahaya Akibat Induksi Persalinan Yang Perlu Diketahui

induksi persalinanSumber: Stratoc

Setiap Ibu hamil pasti menginginkan proses kelahiran yang normal, bayi lahir sehat dan Ibu pun selamat. Tapi pada kasus-kasus tertentu, Ibu hamil mengalami kondisi di mana tidak bisa melahirkan secara normal. Maka pihak medis, dokter atau bidan akan menyarankan persalinan dilakukan dengan cara lain, seperti induksi persalinan misalnya.

Salah satu penyebab induksi persalinan harus dijalani apabila kehamilan Ibu sudah melewati usia 41 minggu, perubahan posisi bayi yang terhalang, adanya indikasi kelainan kongenital terhadap janin, dan ketuban pecah dini. Induksi merupakan langkah yang digunakan untuk merangsang kontraksi rahim dan mempercepat keluarnya janin dalam kandungan.

Namun, ada pula Ibu yang menempuh jalan induksi persalinan dengan alasan menginginkan persalinan tanpa operasi, tapi sesuai tanggal spesifik tertentu. Nah, induksi persalinan tanpa alasan darurat seperti ini sebaiknya dihindari. Resikonya terlalu besar bagi keselamatan Ibu dan bayi dalam kandungan. Tidak sederhana seperti yang dibayangkan, butuh pantauan intensif dari dokter ahli.

Berikut ini bahaya melakukan induksi persalinan :

  1. Kontraksi muncul telalu kuat. Pada kondisi ini timbul resiko ketidak berhasilan bayi melakukan kompensasi saat masih dalam rahim. Akibatnya sangat fatal bagi kehidupan bayi dan rahim menjadi sobek karena adanya kontraksi hebat ini.
  2. Meningkatkan resiko bedah caesar. Terutama terjadi pada Ibu yang sedang hamil untuk pertama kalinya. Induksi bisa menyebabkan bayi terlilit tali pusar dan persalinan akan berakhir dengan bedah caecar.
  3. Merobek bekas jahitan sebelumnya. Untuk Ibu yang pernah melahirkan dengan cara bedah caecar, hati-hati bila mengambil tindakan induksi persalinan. Karena kontraksi yang terlampau kuat akibat induksi persalinan dapat merobek bekas jahitan dan Ibu terpaksa kembali mengalami proses bedah caecar.
  4. Terjadi emboli. Air ketuban yang pecah bisa masuk ke pembuluh darah dan nyangkut di otak atau paru-paru Ibu. Hal ini jelas sangat fatal dan menyebabkan kematian pada Ibu. Memang, kemungkinan terjadi emboli sangat kecil, namun resiko selalu ada dan wajib diwaspadai.
  5. Gawat Janin (fetal disterss). Resiko yang sangat berbahaya dan dapat merenggut nyawa bayi Ibu. Dokter akan terus memantau perkembangan dan denyut jantung bayi melalui CTG/karditopografi. Bila ada indikasi terjadi resiko, dokter wajib menghentikan proses induksi persalinan.
  6. Resiko infertilitas sekunder. Kemungkinan ini terjadi akibat kerusakan rahim dan pecahnya rahim akibat kontraksi yang terlampau kuat pada induksi persalinan.
  7. Depresi pasca melahirkan. Proses persalinan dengan induksi akan memakan waktu lebih lama dan melelahkan. Obat-obatan induksi menciptakan kesulitan besar saat merawat bayi baru lahir sehingga Ibu mudah depresi  pasca melahirkan yang berkepanjangan.
  8. Kekuatan mekanis kontraksi buatan dapat berpengatuh pada tumbuh kembang otak bayi, sistem saraf dan juga mempengaruhi kemampuan bernafas pada bayi.
  9. Bila induksi persalinan kurang dari tanggal HPL, maka berarti bayi belum cukup waktu untuk benar-benar berkembang. Resiko pada bayi akan sama seperti bayi yang terlahir prematur. Masalah kesehatan dan lemahnya organ dalam yang belum bekerja dengan sempurna akan selalu membayangi pertumbuhan bayi pasca kelahiran.
  10. Secara fisiologis maupun emosional, Ibu belum siap menghadapi induksi persalinan. Demikian pula dengan bayi, belum mengirimkan sinyal normal ke tubuh Ibu, bahwa ia hendak lahir. Kondisi ketidak siapan ini memicu berbagai tekanan yang tidak perlu pada tubuh Ibu dan bayi Ibu.

Sebaiknya, Ibu benar-benar mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi sebelum menyetujui induksi persalinan. Bila memang bisa dihindari, hindarilah proses induksi yang menyakitkan dan berpotensi fatal bagi keselamatan Ibu dan bayi. Bila induksi persalinan tidak dapat dihindari, maka pastikan dokter ahli memantau dengan ketat setiap kemungkinan yang terjadi.

Be the first to comment on "10 Bahaya Akibat Induksi Persalinan Yang Perlu Diketahui"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*